,

Penguatan Tata Cara Hukuman Disiplin bagi ASN

Jogja (28/9), Instansi pemerintah yang baik didukung oleh ASN (Aparatur Sipil Negara) yang profesional berdedikasi dan juga memiliki disiplin kerja yang baik dan jika melanggar akan diberikan hukuman disiplin.

Rabu (26/9/18) Kantor Imigrasi Yogyakarta mengundang Inspektur Wilayah VI Kemenkumham RI Bapak Samadan untuk memberikan penguatan khususnya kepada kepegawaian. Kegiatan diisi dengan pemaparan mengenai tata cara penjatuhan hukuman disiplin bagi ASN dan diakhiri dengan sesi tanya jawab.

,

Rapat Dalam Kantor Penyusunan Standar Pelayanan Publik

Jogja(28/9), Kegiatan Rapat dalam Kantor dilaksanakan dalam rangka penyusunan standar pelayanan publik untuk mendukung pelaksanaan Zona Integritas Satuan Kerja menuju WBK/WBBM.

Bertempat di aula kantor imigrasi Jogja pada hari selasa (25/9/18) rapat dibuka oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham D.I. Yogyakarta, hadir dalam pelaksanaan yaitu Inspektur Wilayah VI, Ombudsman, akademisi dari beberapa universitas, mahasiswa dan masyarakat umum.

Paparan disampaikan oleh Inspektur Wilayah VI Kemenkumham RI Bapak Samadan , beliau menyampaikan bahwa standar pelayanan di Jogja sudah sesuai dengan pusat, tinggal mensosialisakan kepada masyarakat dan meminta masukan dari masyarakat agar standar pelayanan yang dibuat sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara penetapan pelayanan dan foto bersama.

Pameran Penyuluhan Hukum

Kantor Imigrasi berpartisipasi dalam Kegiatan Pameran Penyuluhan Hukum 2018 di Exibition Hall gedung Kotak Lt.1 Taman Pintar Yogyakarta, ini merupakan salahsatu bentuk penyebaran infomasi kepada masyarakat terkait keimigrasian. Kegiatan berlangsung selama 5 hari sejak 16 sampai dengan 21 agustus 2018.

Kunjungan dan Pengarahan Dirjen Imigrasi ke Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta

 

Yogya(26/7), Minggu lalu (26/7), Kantor imigrasi Kelas I Yogyakarta menerima tamu kehormatan Bapak Direktur Jenderal Imigrasi . Dalam kunjungannya beliau melihat langsung proses pelayanan paspor dan pelayanan WNA serta melakukan interaksi dengan para pemohon paspor.

Selesai melakukan kunjungan acara dilanjutkan dengan pengarahan Dirjen Imigrasi kepada seluruh pegawai Kanim Jogja. Beliau menyampaikan beberapa hal yaitu perlunya peraturan semi militer singkat mengenai sikap dalam berdiri, berbaris dan duduk siap.

Kanim Jogja harus peka dengan isu mengenai tugas keimigrasian pertama pelayanan paspor khususnya TKI perlunya peningkatan kemampuan petugas dalam hal wawancara, kedua pelayanan orang asing diantarannya  pemangkasan pemberian ITAS merujuk Perpres no 20 tahun 2018, pemeriksaan peryaratan ijin kunjungan tetap dilanjutkan dengan baik.

Ketiga mengenai pencari suaka dan refugee hendaknya TIMPORA juga ikut berperan dalam hal ini dan tidak hanya mengandalkan POLRI tetapi juga mengundang Disnaker , Kemenag Disdukcapil dan pihak terkait, serta mengembalikan fungsi rudenim.

Selain berkunjung ke Kanim Jogja kedatangan beliau adalah untuk menghadiri pertemuan bilateral antara Imigrasi Indonesia dan Imigrasi Singapura.