Kantor Imigrasi Yogyakarta Raih Predikat Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK)

Sleman, Yogyakarta – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta pada akhirnya menutup tahun 2020 dengan meraih prestasi yang membanggakan yaitu berhasil meraih penghargaan Unit Pelayanan Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Pengumuman ini disampaikan dalam acara Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Tahun 2020 secara virtual, Senin 21 Desember 2020.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini dihadiri oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta didampingi oleh Tim Pokja dan dihadiri juga oleh 763 instansi peraih predikat WBK/WBBM baik secara online maupun offline.

Acara tersebut dibuka dengan penyampaian laporan dari Plt. Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan, Jufri Rahman dan menjelaskan “dari seluruh peserta yang mengikuti kontestasi WBK/WBBM tahun 2020 kurang lebih 3691 unit kerja, dan yang lolos ke tahap evaluasi selanjutnya menjadi 2570 unit kerja, dan pada akhirnya yang lolos pada panel terakhir serta meraih predikat WBK/WBBM adalah sebanyak 763 unit kerja”, jelas Jufri.

Dalam kesempatan Acara tersebut hadir juga dan memberikan sambutan secara virtual Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, dan menyampaikan bahwa “Reformasi birokrasi adalah jalan untuk menjaga integritas dan menegakannya sebagai formula mencegah korupsi dan meningkatkan daya saing bangsa”, ujar Ma’ruf Amin.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady, mengatakan bahwa “tidak ada yang tidak mungkin untuk meraih suatu prestasi yang tinggi, walaupun ditahun sebelumnya mengalami kegagalan namun seluruh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta bisa bangkit dan belajar dari sebuah kegagalan serta pada akhirnya meraih predikat tersebut di akhir tahun 2020” ini adalah hasil dan kerja keras dari kita semua”,ungkap Andry.

“Penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta sebagai pemacu semangat dan terus bekerja mempertahankan dan meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat jogja serta melahirkan inovasi-inovasi untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan publik di Kantor Imigrasi Yogyakarta”, lanjut Andry.

    

Menpan RB Meninjau Pelayanan Keimigrasian Di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kulonprogo

Kulonprogo, Yogyakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Kulonprogo, Kamis (03/12/2020).

Selain meresmikan MPP Kulonprogo, Menpan RB memberikan penghargaan kepada Bupati Kulonprogo, Sutedjo atas komitmen dan kerjasamanya dalam mewujudkan MPP Kulonprogo.

Menpan RB, Tjahjo Kumolo mengatakan dengan diresmikannya MPP ini diharapkan dapat mempercepat pelayanan perizinan yang dibutuhkan masyarakat sehingga investasi di daerah bisa cepat berkembang, dengan begitu hak-hak masyarakat bisa cepat dipenuhi oleh pemerintah daerah.

“Ini yang diinginkan pak Jokowi sehingga masyarakat di Kulonprogo tidak sulit untuk mengurus apapun dan cukup disatu tempat di MPP Kulonprogo sebagai pelayanan terpadu satu atap, selain itu perlu disediakan sarana prasarana seperti tempat bermain anak sehingga anak-anak dapat bermain saat orang tuanya sedang mengurus surat-surat di MPP ini”, ungkapnya.

Dalam peresmian Menpan RB berkesempatan meninjau 20 unit layanan yang berada di MPP Kulonprogo termasuk juga Unit Layanan Kemigrasian yang menjadi bagian dari MPP Kulonprogo, dimana Pelayanan Keimigrasian tersebut terdiri dari Pelayanan Penerbitan Paspor RI serta Pelayanan Konsultasi dan Informasi Keimigrasian.

Saat meninjau Unit Layanan Keimigrasian, Menpan RB didampingi oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady yang turut hadir dalam peresmian tersebut memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap keberadaan Pelayanan Keimigrasian yang memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar MPP Kulonprogo.

Layanan Paspor Hadir Di Unit Layanan Paspor (ULP) Lippo Plaza Jogja

Yogyakarta – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta kembali mengeluarkan terobosan dengan menghadirkan Unit Layanan Paspor (ULP) di Lippo Plaza Jogja. Kehadiran ULP Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta di Lippo Plaza Jogja ini dapat mengakomodir kebutuhan dokumen keimigrasian khususnya pelayanan paspor masyarakat sambil berbelanja atau melakukan aktivitas lainnya dengan mudah, cepat, aman dan nyaman.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady mengatakan dibukannya ULP di Lippo Plaza Jogja ini sudah dijajaki sejak lama, yang kini akhirnya bisa diwujudkan. ULP Lippo Plaza Jogja telah hadir di tengah-tengah Kota Yogyakarta sebagai wujud layanan imigrasi bagi masyarakat. Hal ini sekaligus wujud kerjasama antara pihak swasta dengan pemerintah dimana pihak Lippo Plaza Jogja memberikan tempat untuk pelayanan keimigrasian.

”Kami akan menggunakan Sumber Daya Manusia (SDM), Kesisteman dan SOP yang sama dengan yang diterapkan pada Kantor Imigrasi pada umumnya. Sebagai satu-satunya ULP di Yogyakarta yang berada di mal, maka pelayanan publik yang diberikan akan sangat berkualitas dan berkuantitas,” ujar Andry saat peresmian ULP Lippo Plaza Jogja yang juga dihadiri oleh perwakilan Pemkot Yogyakarta dan jajaran Forkompindanya, Selasa (1/12).

Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta menyampaikan pihaknya telah memiliki 4 unit layanan di luar kantor imigrasi guna menjangkau pelayanan publik terutama keimigrasian bagi masyarakat DIY. Layanan tersebut juga telah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Paradigma pelayanan publik saat ini untuk memperluas keterjangkauan akses pelayanan sedekat mungkin kepada masyarakat. Oleh karena itu, dengan didasari rasional guna lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, maka ULP Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta telah hadir di salah satu pusat perbelanjaan terkemuka di jantung Kota Yogyakarta,” tutur Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) DIY Indro Purwoko yang juga hadir dan meresmikan ULP Lippo Plaza Jogja.

Kepala Kantor Wilaya Kemenkumham DI. Yogyakarata menjelaskan hal tersebut merupakan terobosan yang sangat tepat di DIY karena baru ada ULP yang hadir pusat perbelanjaan. Masyarakat akan diberikan kemudahan dan kenyamanan dengan kehadiran ULP Lippo Plaza Jogja tersebut. Dengan banyaknya jumlah pemohon paspor dari tahun ke tahun, maka Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta telah merespon melalui penambahan fasilitas ULP, Unit Kerja Keimigrasian (UKK) dan lainnya.

“Saya menyambut baik kehadiran ULP Lippo Plaza Jogja ini dengan harapan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan akses pelayanan paspor. Seiring dengan dinamika kebutuhan dokumen perjalanan masyarakat ini, ULP ini menjadi salah satu cikal bakal pengembangan organisasi Kantor Imigrasi di DIY,” terangnya.

Mall Director Lippo Plaza Jogja Andrie Maulana Syahputra menekankan kerjasama ini merupakan wujud jalinan silaturahmi kedua belah pihak guna meningkatkan pengawasan dan pelayanan keimigrasian di Yogyakarta. Kerjasama ini diharapkan menjadi sarana komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dengan korporasi yang baik.

“Kehadiran ULP Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta di Lippo Mall Jogja dapat menambah fasilitas bagi para pengunjung juga sekaligus meningkatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat. Masyarakat akan mendapatkan pelayanan keimigrasian dengan mudah dan nyaman,” pungkas Andrie.

 

 

 

 

 

Layanan Eazy Passport Hadir Di Lingkungan Kampus UGM

Sleman, Yogyakarta – Rabu (25/11) Selama masa pandemi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mengadakan program layanan Eazy Passport yang merupakan program jemput bola pelayanan paspor kepada masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DI. Yogyakarta, Indro Purwoko menjelaskan program ini ditujukan kepada komunitas, instansi, atau masyarakat manapun yang ingin mendaftarkan secara kolektif.

Hari ini Rabu tanggal 25 November 2020 program Eazy Paspport dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM), setidaknya ada 47 orang yang terlibat dari kalangan dosen, mahasiswa dan karyawan UGM.

Indro menjelaskan Kantor Imigrasi Yogyakarta sudah 5 kali menyelenggarakan program Eazy Passport selama pandemi, beberapa di antaranya di Kantor Bea Cukai dan Bank Mandiri, “untuk dikampus UGM kita melayani permohonan Paspor baru, Penggantian Paspor habis berlaku atau halamannya penuh, untuk mendapatkan layanan ini caranya dengan mengajukan surat permohonan untuk dilaksanakan kegiatan program layanan Eazy Passport” jelas Indro.

Selain program Eazy Passport Kantor Imigrasi Yogyakarta juga menyelenggarakan program Paspor Simpatik yang dilaksanakan ditempat-tempat publik, “kami juga tanggal 01 Desember 2020 akan membuka dan meresmikan Unit Layanan Paspor (ULP) di Lippo Plaza Jogja”, lanjut Indro.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UGM, Panut Mulyono menyampaikan tujuan diadakannya Eazy Passport di UGM adalah mempercepat proses pelayanan kepada civitas akademika UGM yang akan ke luar negeri. Setiap tahun setidaknya 1.200 mahasiswa UGM pergi ke luar negeri, sementara ada 2.000 lebih mahasiswa asing di UGM. “sehingga kami mengapresiasi kepada Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY dan Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta atas kerjasama dan sinergisitasnya”.ungkap Panut.

Internalisasi Hukum Administrasi Negara Dalam Pelaksanaan Tusi Keimigrasian

Sleman, Yogyakarta—Kamis (19/11). Seluruh pejabat struktural, JFT, dan JFU pada bagian umum Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta serta adik-adik taruna politeknik keimigrasian yang sedang melakukan praktik kerja lapangan mengikuti kegiatan penguatan hukum administrasi negara guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian. Hadir sebagai pembicara adalah Tri Atmojo Sejati yang merupakan Kepala Biro Hukum dan Humas pada Lembaga Administrasi Negara. Acara yang digelar di aula yang dilaksanakan di aula Kantor Imigrasi Yogyakarta ini juga dihadiri oleh Kepala Divis Keimigrasian dan Kepala Sub Bidang Perizinan Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Yogyakarta, Yayan Indriana dan Saiful Bahtiar.

Acara yang diselenggarakan sebagai bentuk pelaksanaan Corporate University yang ada di Kantor Imigrasi Yogyakarta ini diharapkan dapat menambah pengetahuan para pejabat struktural dan pegawai tentang hukum adminitrasi negara khususnya terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian. Dalam paparannya, Tri Atmojo Sejati menyampaikan beberapa hal, yaitu Keimigrasian sebagai Fungsi Administrasi Pemerintahan, implementasi Undang-undang administrasi pemerintahan termasuk konsekuensi penyalahgunaan wewenang yang harus dihindari.

“Sebagai pejabat publik yang bekerja dalam pemerintahan, setiap keputusan ataupun tindakan yang dilakukan terkait bidang keimigrasian pasti memiliki potensi risiko hukum. Apabila sejak awal kita berlaku abai, maka akan terjadi permasalahan di belakang yang semakin membesar yang menyebabkan kita kesulitan untuk melakukan trace back, pemenuhan persyaratan, dan sebagainya”, ungkap Tri.

Tri Atmojo juga menjelaskan pentingnya bagi pejabat publik untuk memperhatikan bahwa pemahaman akan permasalahan hukum administrasi. Harapan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah para pejabat dan pegawai dapat sedikit lebih mengetahui bagaimana memahami semua keputusan dan tindakan yang kita lakukan itu baik secara wewenang, substansi, dan prosedur adalah benar. Sebelum diakhiri dengan foto bersama, ada beberapa pertanyaan yang diajukan pegawai dan taruna politeknik keimigrasian terkait hukum administrasi pemerintahan.

113.691 Arsip Fisik Subtantif Yang Telah Lewat Masa Retensi Dimusnahkan

Sleman, Yogyakarta – Seiring dengan tingkat pelayanan penerbitan paspor dan pelayanan warga negara asing yang semakin tinggi, kebutuhan akan ruang penyimpanan arsip yang memadai juga sangat dibutuhkan. Salah satu cara untuk mewujudkan tata kelola arsip yang baik dan benar adalah dengan melakukan pemusnahan arsip yang ada. Kondisi ruang penyimpanan arsip yang terbatas juga menjadi salah satu pertimbangan untuk melakukan pemusnahan arsip secara periodik. Mempertimbangkan hal-hal tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta kembali mengadakan kegiatan pemusnahan arsip fisik subtantif pada Kamis (12/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Perizinan dan Informasi Keimigrasian mewakili Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta, Kepala Sub Bidang Pelayanan AHU mewakili Kepala Divisi Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta, Perwakilan Biro Umum Sekretarian Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI dan Arsiparis serta perwakilan Struktural Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Sebanyak 113.691 berkas arsip fisik subtantif yang terdiri dari arsip permohonan paspor WNI tahun 2016 dan 2017 sebanyak 111.458 berkas dan arsip pelayanan warga negara asing tahun 2016 dan 2017 sebanyak 2.233 berkas yang dimusnahkan dalam kegiatan ini.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady, menyampaikan bahwa “kegiatan pemusnahan arsip saat ini sangat penting untuk dapat melakukan tata kelola kearsipan dengan baik di Kantor Imigrasi Yogyakarta dan dapat meperbaharui ruang penyimpanan arsip dari yang telah habis masa retensinya digantikan dengan arsip yang masih aktif” jelas Andry.

Dalam kesempatan ini perwakilan Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI, Kepala Sub Bagian Pengelolaan Arsip Inaktif, Emon A Kohar memberikan sambutan dan menyampaikan bahwa Unit Satuan kerja seluruh Indonesia harus dapat mengelola kearsipan dengan baik sesuai dengan Undang-Undang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan”.ungkap Emon.

Kegiatan lalu dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan dan sebagai penutup dalam kegiatan ini dilakukan proses pemusnahan yang dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI., perwakilan Kepala Divisi Keimigrasian, perwakilan Kepala Divisi AHU dan Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta.

“KARYO PASTI GUDEG ECO” Menjadi Tata Nilai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta

Sleman, Yogyakarta – Senin (19/10) Sebagai bentuk komitmen mewujudkan Pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mengadakan Apel Pagi Bertempat di halaman Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, kegiatan Apel pagi ini dipimpin oleh Kepala Kantor dan diikuti oleh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta beserta PPNPN baik yang sedang Work From Office (WFO) maupun Work From Home (WFH).

Pada Apel pagi ini Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady mensosialisasikan Tata Nilai Organisasi yaitu “KARYO PASTI GUDEG ECO” kepada seluruh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan dan kedinasan di Kantor Imigrasi Yogyakarta, Kepala Kantor menyampaikan bahwa filosofi dari “KARYO PASTI GUDEG ECO” yaitu :

KARYO artinya Kantor Imigrasi Yogyakarta
PASTI artinya Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif
GUDEG ECO yang berarti
Grapyak : Ramah kepada siapa saja
Ulet : Berkemauan keras dan tidak mudah putus asa
Disiplin : Disiplin dalam bekerja dan mematuhi jam kerja
Efektif : Bekerja sesuai target waktu dan hasil
Guyub : Menjaga kekompakan seluruh pegawai
Energik : Penuh semangat dalam bekerja
Cerdas : Cerdas dalam berpikir dan mengaplikannya dalam bekerja
Objektif : Objektif dalam bersikap kepada pimpinan, bawahan, sasama pegawai dan kepada masyarakat

Dalam kesempatan ini juga Kepala Kantor mengharapkan “pegawai menanamkan Tata Nilai ini dalam hal bekerja dan melayani kepada masyarakat”, ujar Andry
Dalam apel tersebut Kepala Kantor berkesempatan membagikan buku secara simbolis kepada pegawai dimana buku tersebut adalah hasil karya Kepala Kantor menjelaskan bahwa “pembagian buku tersebut merupakan salah satu implementasi dari program Corporate University serta dapat memotivasi kepada seluruh pegawai untuk berkontribusi melalui jalan pemikirannya untuk kemajuan Imigrasi Indonesia”, lanjut Andry.

Di akhir amanatnya Kepala Kantor menyampaikan bahwa “pada hari Kamis tanggal 22 Oktober 2020 akan ada penilaian WBK oleh Tim Penilai Nasional diharapkan kepada seluruh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk selalu meningkatkan kinerja dan kedisiplinan serta kebersihan lingkungan kantor, serta tetap menjaga protokol kesehatan, menjaga imunitas dengan berpikir positif dan berolahraga, karena dengan berpikir positif dan berolahraga akan sangat penting untuk menjaga kesehatan badan, mental dan pikiran”, jelas Andry.

Dibukanya Kembali Pelayanan Keimigrasian, Kakanim Beri Sejumlah Arahan

Sleman, Yogyakarta – Rabu (30/9) Setelah pada tanggal 24 September 2020 sampai dengan 30 Setember 2020 dilakukan penutupan sementara pelayanan Keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta sebagai upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularan Covid-19 serta sterilisasi lingkungan Kantor Imigrasi Yogyakarta, maka hari ini Rabu tanggal 30 September 2020 Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady memberikan beberapa arahan melalui rapat secara virtual dengan jajaran pejabat struktural terkait persiapan pembukaan kembali Pelayanan Keimigrasian secara terbatas untuk WNA dan WNI di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Dalam Arahannya Kepala Kantor menyampaikan, “bahwa pembukaan pelayanan keimigrasian bagi Warga negara asing maupun Warga negara Indonesia dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularan Covid-19, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta akan membuka kembali dan menerapkan pelayanan Keimigrasian secara terbatas yang dimulai dari hari Senin tanggal 01 Oktober 2020 sampai dengan hari Jumat tanggal 09 Oktober 2020”, ujar Andry.

Pembatasan pelayanan Keimigrasian di Kantor Imigrasi antara lain pembatasan kuota permohonan bagi layanan WNA maupun WNI, jam pelayanan yang hanya dibuka dari mulai jam 07.30 sampai 13.00 WIB., mengatur kembali jadwal pegawai yang work from office (WFO) dan work from home (WFH) serta menyesuaikan dengan pengaturan pelayanan Keimigrasian secara terbatas.

Kebijakan ini diambil setelah mendapatkan hasil konsultasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kemenkumham Provinsi DI. Yogyakarta, dr. Danang Andriyanto dan hasil sosialisasi penanganan infeksi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi pada tanggal 30 September 2020, “Kebijakan pembatasan pelayanan Keimigrasian ini akan dievaluasi lebih lanjut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, memperhatikan prioritas kesehatan dan keselamatan bagi pegawai serta pemohon layanan Keimigrasian”, lanjut Andry.

Persiapan Penilaian TPN, Jajaran Kanim Yogyakarta Mendapatkan Arahan Kakanwil

Sleman, Yogyakarta – Senin (21/9) Memasuki masa penilaian Tim Penilai Nasional (TPN) jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mendapatkan penguatan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM D.I Yogyakarta, Indro Purwoko dalam acara yang dirangkaikan dengan penyematan pin WBK dan pemberian multivitamink kepada perwakilan pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta pada hari Senin tanggal 21 September 2020.

Dalam pembukaan acara tersebut Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady memberikan sambutan pertamanya dengan menyampaikan bahwa “Tujuan akhir dari pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah terbentuknya Good Governance dan Good Governance itu diawali dengan adanya sinergi antara pemerintah dan civil society atau masyarakat sipil serta sinergi antara pemerintah dengan swasta, Kantor imigrasi Yogyakarta telah mengimplementasikan bentuk sinergi tersebut dengan akan dibukanya Unit Kerja Keimigrasian di Kampus UGM dan Unit Layanan Paspor Lippo Plaza Jogja, diharapkan dengan dua layanan unggulan ini Kantor Imigrasi Yogyakarta mudah-mudahan tahun ini mendapatkan predikat WBK”, Jelas Andry.

Hadir juga dalam penguatan pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM jajaran Kanim Yogyakarta, Kepala Divisi Keimigrasian Yayan Indriana.  menyampaikan apresiasi kepada Kakanim Yogyakarta atas peningkatan pelayanan dan beberapa perubahan yang ada di Kanim Yogyakarta.

Untuk lebih memperkuat komitmen jajaran Kanim Yogyakarta, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM D.I Yogyakarta, Indro Purwoko, menyampaikan sejumlah arahan agar Kanim Yogyakarta dapat meraih predikat WBK di tahun 2020 ini dan mengambil pelajaran dari kegagalan di tahun 2019. Indro juga menegaskan pentingnya kekompakan tim kerja dan komitmen seluruh pihak, baik ASN maupun Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) serta pimpinan mampu menguasai seluruh aspek yang menjadi tugas dan fungsinya, sehingga mampu menjawab hal-hal yang kelak akan menjadi pertanyaan TPN. “disamping itu juga lakukan simulasi bersama tim pokja terhadap kisi-kisi pertanyaan TPN yang telah disampaikan oleh Staf Ahli Menteri beberapa waktu yang lalu,” ujar Indro.

Kantor Imigrasi Yogyakarta Membuka Layanan Paspor Simpatik Di Lippo Plaza Jogja

Sleman, Yogyakarta – Sabtu (12/9) Satu lagi terobosan dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yaitu membuka Pelayanan Paspor Simpatik di Lippo Plaza Jogja pada hari Sabtu pukul 13.00 s.d 17.00 Wib,  kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta Andry Indrady.

Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady menjelaskan “Pelayanan Paspor Simpatik merupakan inovasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, dikhususkan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan di hari libur kami melihat animo masyarakat yang terlalu sibuk dengan pekerjaan, maka kami membuat terobosan di hari libur.” jelas Andry.

Selain itu kondisi pandemi saat ini Kantor Imigrasi ingin memberikan pelayanan terdistributif kepada masyarakat sehingga pelayanan tidak hanya terkonsentrasi di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta yang berada di jalan Solo.

Kepala Kantor Imigrasi juga mengungkapkan “pada saat normal Kantor Imigrasi Yogyakarta yang berada di jalan Solo jumlah pemohonnya dalam sehari bisa mencapai 250 orang, sehingga dengan pelayanan paspor simpatik ini layanan paspor tetap bisa berjalan dengan konsentrasi tersebar”. Ungkap Andry.

“Pelayanan Paspor Simpatik ini semacam promosi pembukaan kantor cabang yang disebut Unit Layanan Paspor (ULP) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta di Lippo Plaza Jogja sekitar akhir September atau paling lambat awal Oktober dan untuk informasi pembukaan ULP dapat melihat media sosial kami, dalam hal anggaran penyelenggaraan ULP ini kami berkolaborasi dengan pihak swasta”, lanjut Andry.

Dalam Kegiatan tersebut selain Layanan Paspor Pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta juga melakukan penyebaran informasi terkait layanan Keimigrasian kepada pengunjung Lippo Plaza Jogja, pengambilan Survey Kepuasan Masyarakat serta memberikan souvenir handsinitizer kepada pemohon Paspor sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang telah mengajukan permohonan paspor di Lippo Plaza Jogja.

Dengan adanya Unit Layanan Paspor di Lippo Plaza Jogja ini, Kantor Imigrasi Yogyakarta berharap dapat lebih mendekatkan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat serta ikut berkontribusi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat disekitar dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan dimasa Pandemi Covid-19.