Eazy Passport, Cara Baru Bikin Paspor Di Tengah Pandemi Covid-19

Sleman, Yogyakarta – Kamis (13/8) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta melaksanakan layanan jemput bola pembuatan paspor di masa pandemi Covid-19 yang dinamakan Eazy Passport yaitu Pelayanan paspor yang dilaksanakan di luar kantor dan menuju lokasi pemohon dengan menggunakan mobile unit Passport, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Bank Syariah Mandiri Yogyakarta dan dihadiri oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham DI. Yogyakarta, Yayan Indriana, Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady dan Area Manager Bank Syariah Mandiri Cabang Yogyakarta, Agung Nugroho Dewantoro.

Dalam Kegiatan tersebut Kepala Divisi beserta rombongan langsung melihat proses layanan Eazy Passport dan menyampaikan bahwa “Kegiatan ini adalah sebuah gagasan dari Kantor Imigrasi Yogyakarta bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri Yogyakarta dan merupakan inovasi serta terobosan lainnya yang sebetulnya layanan ini adalah kelanjutan dari program layanan paspor simpatik dan dikembangkan menjadi program layanan Eazy Passport yang telah digagas oleh Direktorat Jenderal Imigrasi serta dilaksanakan oleh semua Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia”, ujar Yayan.

Dalam kesempatan itu pula Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady menjelaskan bahwa “Kegiatan layanan Eazy Passport ini merupakan inovasi dan kolaborasi dengan Bank Syariah Mandiri dalam pemberian layanan paspor kepada keluarga, teman dan karyawan dari Bank Syariah Mandiri Yogyakarta, terobosan ini merupakan implementasi dari kebijakan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mendekatkan pelayanan pembuatan paspor kepada masyarakat, Kegiatan Eazy Passport ini juga merupakan kegiatan yang menjangkau masyarakat yang berada di luar lingkungan Kantor Imigrasi dimana masyarakat tidak perlu mendatangi Kantor Imigrasi namun petugas akan mendatangi, jelas Andry.

“Selain itu kegiatan ini juga merupakan terobosan Kantor Imigrasi Yogyakarta dalam mengurangi kontak fisik antara pemohon satu dengan pemohon lainnya sehingga dapat mencegah penularan atau penyebaran Covid-19”, lanjut Andry.

Layanan Eazy Passport ini bisa diajukan secara kolektif untuk perkantoran, instansi pemerintah, Institusi pendidikan, komunitas atau organisasi serta komplek perumahan. Kuota maksimal pengajuan diberikan Kantor Imigrasi Yogyakarta adalah 30 sampai dengan 50 orang dengan pelayanan pembuatan paspor baru dan penggantian, sedangkan untuk jenis permohonan paspor hilang dan rusak tetap harus dilakukan di Kantor Imigrasi setempat.

Andry memastikan petugas yang akan datang memenuhi permohonan layanan Eazy Passport memenuhi protokol kesehatan, begitu juga masyarakat yang mengajukan pelayanan tersebut untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Apabila masyarakat ingin mengajukan permohonan layanan Easy Passport dapat mengajukan permohonannya kepada Kantor Imigrasi Yogyakarta serta dalam pelaksanaannya nanti baik petugas maupun pemohon harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” tutur Andry.