Polri dan Ditjen Imigrasi Gelar Sosialisasi Perjanjian Kerjasama Pengawasan Orang Asing

Sleman, Yogyakarta – Selasa (25/8) Sejalan dengan meningkatnya kejahatan internasional atau tindak pidana transnasional, seperti perdagangan orang, penyelundupan manusia dan tindak pidana narkotika yang banyak dilakukan oleh sindikat kejahatan internasional yang terorganisasi serta semakin meningkatnya kunjungan Wisatawan Asing khususnya di DI. Yogyakarta, pengawasan terhadap Orang Asing (OA) perlu lebih ditingkatkan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) dengan Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri melakukan kerjasama dalam hal pengawasan terhadap Orang Asing yang telah di formilkan dalam bentuk Perjanjian Kerjasama antara Direktorat Jenderal Imigrasi dengan Baintelkam POLRI, Nomor: B/70/IX/2017; IMI-UM.01.01-3075 tahun 2017 tentang Kerjasama dalam Pengawasan Orang Asing.

Pada hari Selasa tanggal 25 Agustus 2020, dilakukan Sosialisasi Perjanjian Kerjasama Ditjen Imigrasi dengan Baintelkam Polri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Merapi Merbabu DI. Yogyakarta.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady, didampingi Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Untung Sukma Wijaya, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Purwantono, Kepala Seksi Izin tinggal dan Status Keimigrasian, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, serta Kepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian, Radhitya Jati Rumpoko beserta staf menghadiri acara tersebut, selain itu diikuti juga oleh Kasat dan Kanit Intel di lingkup Polda DI. Yogyakarta dan jajaran Polres serta Polsek di wilayah Polda DI. Yogyakarta.

Hadir juga dalam acara tersebut Kabaintelkam Polri, diwakili Kabid Kerma Baintelkam Polri, Kombes Pol. Djati Wiyoto Abadhy, Sik., Kapolda DI. Yogyakarta yang diwakili Dirintelkam Polda DI. Yogyakarta, Kombes Pol. Solehan, Wakil Direktur Kamneg Baintelkam Polri, Kombes Pol. Suharyanta, dan Direktur Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Fery Monang Sihite.

Dalam sambutan pertama Dirintelkam Polda DI. Yogyakarta, Solehan, yang mewakili Kapolda DI. Yogyakarta yang tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan dengan adanya sosialisasi perjanjian kerjasama ini diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap warga negara asing di wilayah DI. Yogyakarta.

Sambutan dilanjutkan oleh, Kabid Kerma Baintelkam Polri, Djati Wiyoto Abadhy yang mewakili Kabaintelkam Polri menyampaikan bahwa “suatu tugas tidak akan bisa dilakukan sendiri dan Undang-undang belum bisa mengakomodir kerjasama itu, Oleh karenanya dibutuhkan bentuk lain untuk mamayungi kerjasama itu. Adanya kejahatan transnasional yang masih banyak terjadi, banyaknya kunjungan wisatawan, dan dibukanya peluang kerja bagi orang asing sehingga banyak potensi kejahatan. Polri berwenang melakukan pengawasan terhadap orang asing tentu dengan bekerjasama dengan instansi lain untuk mencegah adanya pelanggaran hukum di indonesia. untuk menjamin keberlangsungan PKS ini, perlu dilakukan penjabaran dan implementasi dalam pelaksanaannya” jelas Djati.

Sebagai narasumber Direktur Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Fery Monang Sihite memaparkan “penguatan sinergitas. Ini yang perlu dikuatkan, esensi antara Polri dan Imigrasi sama yaitu penjagaan NKRI menjaga keberadaan dan kegiatan orang asing di Indonesia. Imigrasi tidak mungkin melakukan pengawasan sendiri terkait keberadaan warga negara asing dengan masa tinggal dan kegiatan warga negara asing terkait dengan kesesuaian ijinnya, Polri juga melakukan pengawasan terhadap orang asing secara fungsional”, Papar Fery.

“Timpora sering tidak efektif karena rapat timpora hanya kumpul-kumpul forum resmi. Timpora sesungguhnya adalah tukar menukar informasi dan menindaklanjuti permasalahan yang menjadi potensi pelanggaran hukum, jangan bekerja bussines as usual, harus memperbaiki dan meningkatkan manajemen komunikasi sesame petugas Timpora, dapat mendeteksi dini, kewaspadaan intelejen (ability to define, ability to recognise, ability to oversee, know how to report), tukar informasi, operasi gabungan, kolaborasi dan sinergi antar institusi”, lanjut Fery.

Wakil Direktur Kamneg Baintelkam Polri, Suharyanta sebagai narasumber Polri memaparkan juga “MoU ini sudah 2 tahun. Dan seharusnya bukan sosialisasi tapi cek pelaksanaannya agar ada hasilnya, warga negara asing senang datang ke Indonesia dikarenakan kebijakan bebas visa, Indonesia punya daya tarik yang luar biasa sehingga keberadaan warga negara asing perlu diawasi dan perlu kerjasama untuk mengawasinya. Keberadaan warga negara asing berpotensi menimbulkan kerawanan di bidang ipolekbudkam, perlunya pengamanan dan pengawasan, perlunya keterpaduan antar K/L, tanggalkan egosektoral”, ujar Suharyanta.