Dibukanya Kembali Pelayanan Keimigrasian, Kakanim Beri Sejumlah Arahan

Sleman, Yogyakarta – Rabu (30/9) Setelah pada tanggal 24 September 2020 sampai dengan 30 Setember 2020 dilakukan penutupan sementara pelayanan Keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta sebagai upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularan Covid-19 serta sterilisasi lingkungan Kantor Imigrasi Yogyakarta, maka hari ini Rabu tanggal 30 September 2020 Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady memberikan beberapa arahan melalui rapat secara virtual dengan jajaran pejabat struktural terkait persiapan pembukaan kembali Pelayanan Keimigrasian secara terbatas untuk WNA dan WNI di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Dalam Arahannya Kepala Kantor menyampaikan, “bahwa pembukaan pelayanan keimigrasian bagi Warga negara asing maupun Warga negara Indonesia dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularan Covid-19, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta akan membuka kembali dan menerapkan pelayanan Keimigrasian secara terbatas yang dimulai dari hari Senin tanggal 01 Oktober 2020 sampai dengan hari Jumat tanggal 09 Oktober 2020”, ujar Andry.

Pembatasan pelayanan Keimigrasian di Kantor Imigrasi antara lain pembatasan kuota permohonan bagi layanan WNA maupun WNI, jam pelayanan yang hanya dibuka dari mulai jam 07.30 sampai 13.00 WIB., mengatur kembali jadwal pegawai yang work from office (WFO) dan work from home (WFH) serta menyesuaikan dengan pengaturan pelayanan Keimigrasian secara terbatas.

Kebijakan ini diambil setelah mendapatkan hasil konsultasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kemenkumham Provinsi DI. Yogyakarta, dr. Danang Andriyanto dan hasil sosialisasi penanganan infeksi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi pada tanggal 30 September 2020, “Kebijakan pembatasan pelayanan Keimigrasian ini akan dievaluasi lebih lanjut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, memperhatikan prioritas kesehatan dan keselamatan bagi pegawai serta pemohon layanan Keimigrasian”, lanjut Andry.