Peresmian “JOKTENG KARYO” dan Penguatan Pembangunan Zona Integritas Oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM RI.

Sleman, Yogyakarta —Senin (17/09). Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menerima kunjungan Wakil Menteri Hukum dan HAM RI, Edward Omar Sharif Hiariej atau dipanggil Prof Edy dalam rangka Peresmian “JOKTENG KARYO” (Pojok Teng Mriki atau Pojok Tenggo Kantor Imigrasi Yogyakarta) yang artinya Ruang Tunggu, dan Penguatan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Imigrasi Yogyakarta dan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta, Budi Argap Situngkir dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta, serta seluruh Pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Wamen Hukum dan HAM RI. tiba di halaman Kantor Imigrasi Yogyakarta disambut dengan tim yel-yel WBBM. Sebelum memulai memberikan arahan dalam acara penguatan Pembangunan Zona Integritas, Wamen Hukum dan HAM RI. meresmikan ruang tunggu bagi non pemohon “JOKTENG KARYO”, dengan diawali penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.

Dalam kesempatan itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady menjelaskan bahwa “Ruang tunggu ini terinspirasi dari “Pojok Beteng” yang artinya Sudut Beteng Pertahanan Kraton Yogyakarta, dan merupakan salah satu inovasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta sebagai bentuk penghargaan kami kepada masyarakat yang disediakan bagi masyarakat yang tidak berkepentingan terkait proses pelayanan seperti pengantar atau pendamping, selain hal tersebut tujuan di dirikan “JOKTENG” ini agar dapat mambagi atara ruang tungu pelayanan dan ruang tunggu non pelayanan sesuai amanat Undang-undang No. 25 Tahun 2019 tentang Pelayanan Publik  selain itu juga dapat mencegah kerumunan di dalam ruang tunggu pelayanan untuk menghindari penyebaran Covid-19.”Jelas Andry.

Setelah kegiatan peresmian “JOKTENG KARYO” Wamen Hukum dan HAM Ri. berkeliling kantor dan mengamati layanan di Kantor Imigrasi Yogyakarya, Wamen juga meninjau seluruh area pelayanan mulai dari bagian ruang informasi pemohon WNI dan WNA, ruang pengaduan dan informasi, ruang foto dan wawancara khusus, dan loket pelayanan ramah HAM, dan dalam sela-sela kunjungan tersebut Wamen menyampaikan bahwa ”Tahun lalu kantor ini sudah meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), saya melihat ada upaya yang dilakukan untuk menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dan upaya itu sangat serius serta ada perubahan yang signifikan dalam satu tahun terkahir ini sehingga saya berharap tahun ini Kantor Imigrasi Yogyakarta dapat meraih WBBM untuk mengawali satuan kerja yang berada di DI. Yogyakarta”, Ucap Prof. Edy.

Puncak acara dilaksanakan di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, yang diawali oleh sambutan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta dan  menegaskan bahwa “perjalanan yang sangat panjang tapi alhamdulillah kami mampu. Hal ini ingin kami berikan motivasi kepada para pegawai yang mungkin memiliki jiwa pesimisme akan adanya perubahan. Tapi kami berikan keyakinan sepanjang ada niat baik, ikhtiar dari kita mudah-mudahan Tuhan bersama kita”, Tegas Andry.

Dalam kesempatan ini juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta juga ikut memberikan penguatan Pembangunan ZI kepada seluruh jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, kemudian penguatan Pembangunan ZI dilanjutkan oleh Wamen Hukum dan HAM RI dengan menyampaikan bahwa “ada tiga kunci pokok untuk bisa mendapatkan WBBM, yaitu integrity (integritas), transparency (transparansi), dan accountability (akuntabilitas), itu yang hal yang paling penting untuk meraih predikat WBK dan WBBM”,ungkap Prof. Edy.

Sebagai penutup acara yaitu pemberian penghargaan oleh Wamen Hukum dan HAM RI. Kepada pegawai dan PPNPN teladan Kantor Imigrasi kelas I TPI Yogyakarta sebagai reward atas kinerja yang telah diberikan dan berharap bias menjadi motivasi bagi pegawai lainnya yang belum mendapatkan predikat tersebut.

 

Ini Kegunaan Paspor Selain Untuk Pergi Keluar Negeri Yang Perlu Kamu Tahu

Masyarakat pada umumnya mengenal fungsi paspor sebagai dokumen perjalanan antar negara, baik itu masuk maupun keluar. Hal itu tidaklah sepenuhnya salah karena memang, fungsi utama dari paspor adalah sebagai dokumen yang digunakan seseorang untuk dapat berpergian masuk dan keluar dari satu negara ke negara lain. Tapi tahukan Sobat Mido jika ada beberapa kegunaan lain paspor yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya? Apalagi menggunakan paspor di dalam negeri, emang bisa? Berikut adalah beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan dengan paspormu, mengingat juga pandemi, dimana akan sangat sulit bagi kita untuk berpergian keluar negeri.

  1. Membuka Rekening Bank

Pasti banyak dari sobat Mido yang sudah tidak asing dengan kegunaan paspor sebagai identitas diri untuk membuka rekening bank. Benar sekali, hampir semua bank di Indonesia memperbolehkan calon customernya untuk menggunakan paspor sebagai identitas diri untuk membuka rekening bank. Jadi, paspor disini juga bisa bertindak sebagai identitas diri selain KTP yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dibawah Kementerian Dalam Negeri maupun SIM yang diterbitkan oleh Kepolisian Indonesia.

  1. Check-in di Hotel

Bagi kalian yang sering berpergian, menginap di hotel merupakan hal yang biasa. Salah satu tahapan penting dalam menginap di hotel selain memesan ataupun membayar biaya, tentu jelas adalah check-in ketike kita tiba di hotel. Pihak manajemen hotel akan meminta setiap identitas diri tamu yang menginap di hotel mereka. Lazimnya, tamu penginapan akan menunjukkan KTP sebagai identitas diri yang direkam dalam database tamu hotel. Namun, kamu juga bisa menggunakan paspor untuk keperluan check-in hotel, meskipun hotel itu berada di negaramu sendiri.

Senior female filling in registration form at reception

  1. Memesan Tiket di Aplikasi

Salah satu kegunaan paspor di dalam negeri selanjutnya adalah untuk booking atau memesan tiket melaui aplikasi. Seperti layaknya KTP ataupun SIM, Sobat Mido juga bisa menggunakan paspor sebagai identitas diri untuk memesan tiket, baik itu tiket pesawat maupun tiket kereta api. Penggunaannya juga cukup mudah seperti KTP ataupun SIM. Kamu tinggal menginput atau memasukkan data paspormu kedalam aplikasi pemesanan tiket. Namun perlu diingat pula, jika kamu menggunakan paspor untuk memesan tiket, kamu perlu membawa paspormu saat proses check in.

  1. Verifikasi Akun Digital

Kita hidup di masa dunia digital berkembang begitu pesat. Sangat banyak perusahaan digital lahir di masa ini. Keamanan merupakan salah satu faktor yang sangat diperhatikan oleh hampir semua perusahaan digital, apalagi seperti fintech, online shopping, hingga media sosial. Verifikasi data diri menjadi hal lazim saat ini dan perlu Sobat Mido ketahui, jika paspor juga bisa digunakan sebagai identitas diri untuk melakukan verifikasi akun digital yang kita miliki.

Nah, itu dia beberapa kegunaan atau manfaat paspor indonesia selain untuk berpergian keluar negeri. Mengingat paspor merupakan dokumen negara yang sangat vital, sangat penting untuk Sobat Mido selalu menjaga paspor kalian baik-baik agar tidak hilang maupun rusak.

Kantor Imigrasi Mana Saja Yang Melayani Pembuatan Paspor Elektronik

Ada beberapa kelebihan paspor elektronik yang bisa didapat jika kamu memilih mengajukan permohonan e-paspor sebagai pengganti paspor yang lama atau sebagai buku paspor Sobat Mido yang pertama. Tidak dapat dipungkiri dengan biaya yang harus dikeluarkan lebih besar ketimbang paspor biasa, paspor elektronik menawarkan pengalaman yang baru, seperti blanko buku yang memiliki chip di dalamnya untuk menyimpan data biometrik serta kemudahan melewati pemeriksaan keimigrasian dengan auto gate. Bagi Sobat Mido yang berencana mengajukan permohonan paspor elektronik, perlu diketahui bahwa hingga medio 2021, Direktorat Jenderal Imigrasi telah menetapkan 35 Kantor Imigrasi yang dapat mengeluarkan paspor elektronik. Yuk simak daftar lengkapnya dibawah.

Kantor Imigrasi Yogyakarta

Kantor Imigrasi Yogyakarta

A. Wilayah Jabodetabek

  1. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno Hatta;
  2. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat;
  3. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan;
  4. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur;
  5. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara;
  6. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Priok;
  7. Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat;
  8. Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor;
  9. Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang;
  10. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi; dan
  11. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok.

B. Jawa

  1. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya;
  2. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak;
  3. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung;
  4. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang;
  5. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang;
  6. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta; dan
  7. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

C. Sumatera

  1. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam;
  2. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan;
  3. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia;
  4. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh;
  5. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru; dan
  6. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang.

D. Bali dan Nusa Tenggara Barat

  1. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai;
  2. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar; dan
  3. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram.

E. Kalimantan

  1. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak;
  2. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan; dan
  3. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palangkaraya.

F. Sulawesi

  1. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado; dan
  2. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar.

G. Maluku Utara

  1. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ternate.

H. Papua

  1. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura; dan
  2. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mimika.

Nah itu tadi 35 Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia yang telah melayani permohonan paspor elektronik. Untuk Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta yang bernaung di bawah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri mempunyai 2 lokasi diantara 5 lokasi pelayanan dokumen keimigrasian yang melayani permohonan paspor elektronik, yaitu Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta yang berada di Jalan Solo (berada di depan Bandara Adisucipto) dan Unit Layanan Paspor Lippo Plaza Yogyakarta.

Beberapa Keunggulan Paspor Elektronik Yang Harus Kamu Tahu

Paspor merupakan syarat wajib yang harus dimiliki seseorang untuk bisa pergi keluar negeri. Ketika traveler akan pergi keluar negeri melalui bandara, pelabuhan, maupun pos lintas batas, kelengkapan dokumen seperti paspor akan diperiksa oleh petugas imigrasi untuk akhirnya diterakan cap keberangkatan sebagai tanda keluar. Meskipun pandemi covid-19 berada di tengah-tengah kita selama hampir lebih dari satu tahun, animo masyarakat untuk bisa berpergian keluar negeri begitu tinggi, ditandai dengan banyaknya permohonan paspor yang masuk ke kantor imigrasi, baik untuk paspor baru, maupun pergantian paspor.

Paspor biasa, paspor yang digunakan oleh masyarakat sipil untuk bepergian ke maupun dari luar negeri memiliki 2 jenis varian, yaitu paspor biasa dan paspor elektronik (e-paspor). Bagi kalian yang ingin mengajukan permohonan paspor baru maupun penggantian, namun masih bingung mau memilih antara paspor biasa atau elektronik ataupun bagi sobat mido yang sekedar ingin menambah informasi dan pengetahuan soal paspor elektronik, baca artikel ini sampai tuntas dan temukan beberapa keunggulan paspor elektronik dibanding paspor biasa.

Data lengkap dan akurat tersimpan dalam chip

Dibandingkan dengan paspor biasa yang di dalam blankonya tanpa chip, elektronik paspor memiliki kelebihan terkait kelengkapan dan keakuratan data pemegang paspor. Data diri serta data biometrik yang meliputi sidik jari dan wajah pemilik paspor tersimpan dalam sebuah chip yang ada ditengah bagian bawah cover depan buku elektronik paspor. Data biometrik yang menggunakan standar International Civil Aviation Organization (ICAO) terekam dalam chip yang sangat sulit untuk dipalsukan. Hal ini berpengaruh positif pada keamanan paspor elektronik yang lebih baik ketimbang paspor biasa.

Mudah disetujui dalam pengajuan Visa serta bebas Visa ke Jepang

Mengingat tingkat keamanan yang baik serta kemudahan verifikasi, pengajuan visa bagi pemegang paspor elektronik lebih mudah untuk disetujui oleh negara yang akan dikunjungi. Terlebih lagi negara Jepang yang menyediakan fasilitas Visa gratis bagi pemegang paspor elektronik asal Indonesia. Diluar aturan baru yang mulai diterapkan sejak 28 Desember 2020, utamanya di masa pandemi dimana wisatawan asing dilarang masuk ke jepang, pemegang elektronik paspor dapat melakukan registrasi kedatangan ke kedutaan Jepang terkait tujuan pergi ke Jepang tanpa harus mengajukan permohonan Visa.

Pemeriksaan keimigrasian yang lebih cepat

Pemegang paspor elektronik tidak perlu lagi mengantri di booth-booth pemeriksaan keimigrasian di beberapa bandara yang ada di Indonesia, melainkan langsung melalui auto-gate dengan memindai paspor elektroniknya. Hal ini dimungkinkan karena chip yang menyimpan data biometrik pemegang paspor yang bisa dikenali dengan menggunakan alat pemindai khusus yang diletakkan di beberapa bandara udara internasional di Indonesia yang memiliki auto-gate. Artinya, pemegang paspor elektronik hanya membutuhkan waktu yang singkat dalam pemeriksaan keimigrasian jika akan masuk maupun berangkat keluar negeri.

Itulah beberapa kelebihan paspor elektronik paspor dibandingkan dengan paspor biasa. Bagi kamu yang tertarik untuk mengajukan paspor elektronik, inilah kantor imigrasi yang melayani paspor elektronik, tentu ada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta didalamnya.

SI MAS KARYO, Bentuk Sinergitas Kantor Imigrasi Yogyakarta Dengan Civitas Akademik Dalam Pengawasan Mahasiswa Asing

Sleman, Yogyakarta Senin (13/09) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi Pengawasan Mahasiswa Asing dengan perwakilan civitas akademik yang ada di wilayah DI. Yogyakarta dengan tema “Menuju Kearah Pengawasan Keimigrasian Berbasis Community Engagement”, kegiatan ini diadakan di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta dan dihadiri oleh Jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, perwakilan Divisi Kemigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta serta perwakilan dari Perguruan Tinggi yang ada di wilayah DI. Yogyakarta.

Dalam pembukaan acara tersebut Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady memberikan sambutan bahwa “di masa sekarang ini konsep pemerintahan harus berbasis kolaborasi dengan masyarakat, karena tugas-tugas dan fungsi pemerintah semakin kompleks, begitu juga Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta yang merupakan salah satu institusi pemerintah yang perlu menerapkan konsep Community Engagement atau keikutsertaan dan partisipasi masyarakat dalam peningkatan pelayanan publik serta pelaksanaan penegakan hukum seperti pengawasan terhadap warga negara asing, hal inilah yang melatarbelakangi diselenggarakan kegiatan ini”, jelas Andry.

Didalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian bahwa salah satu tugas dan fungsi Imigrasi adalah pengawasan terhadap warga negara asing termasuk mahasiswa asing yang sedang belajar di Perguruan Tinggi yang ada DI. Yogyakarta, maka Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta dalam melaksanakan tugas sangat membutuhkan mitra strategis dalam hal ini adalah pihak Perguruan Tinggi yang akan ikut membantu dalam mengawasi mahasiswa asingnya.”mitra strategis tersebut merupakan komunitas yang terdiri dari perwakilan disetiap Perguruan Tinggi yang berada di wilayah DI. Yogyakarta yang akan kita sebut sebagai Sedulur Karyo, Sedulur artinya saudara dan Karyo adalah singkatan dari Kantor Imigrasi Yogyakarta” ujar Andry.

Dengan terjalinnya persaudaraan maka diharapkan adanya saling keterbukaan dan komunikasi dua arah untuk memberikan masukan terkait dengan pengawasan mahasiswa asing secara terus menerus, selain itu diharapkan juga dengan kolaborasi ini maka pelanggaran-pelanggaran keimigrasian terhadap mahasiswa asing dapat dicegah.

Selain memaparkan konsep pengawasan keimigrasian berbasis Community Engagement Kepala Kantor juga memperkenalkan sekaligus mensosialisasikan inovasi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dibuat oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta yang dapat membantu dalam melaksanakan pengawasan terhadap mahasiswa asing yaitu “SI MAS KARYO” (Aplikasi Monitoring Mahasiswa Asing Kantor Imigrasi Yogyakarta). Aplikasi ini dikembangkan untuk mempermudah pihak Perguruan Tinggi dalam hal memberikan data dan keterangan untuk turut serta membantu Imigrasi dalam melakukan pengawasan mahasiswa asing baik keberadaannya maupun kegiatannya.”mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia harus memiliki izin tinggal terbatas dimana untuk mendapatkan izin tingal mahasiswa harus memiliki sponsor atau penjamin yaitu pihak Perguruan Tinggi, ketika pihak Perguruan Tinggi telah menjadi penjamin maka harus memahami kewajibannya sebagai penjamin sesuai dengan pasal 63 Undang-undang No. 6 tahun 2011 yaitu penjamin harus bertanggung jawab atas keberadaan dan kegiatan Orang Asing yang dijamin selama tinggal di Indonesia serta berkewajiban melaporkan setiap perubahan status sipil, status Keimigrasian dan perubahan alamat”, jelas Andry.

Tidak ketinggalan juga Pegawai Kantor Imigrasi ikut memaparkan cara penggunaan Aplikasi Monitoring Mahasiswa Asing Kantor Imigrasi Yogyakarta yang diharapkan dapat digunakan oleh pihak Perguruan Tinggi.

Sebagai penutup Kepala Kantor berharap dengan adanya kolaborasi dan sinergitas antara Kantor Imigrasi Yogyakarta dan pihak Perguruan Tinggi sebagai penjamin mahasiswa asing diharapkan dapat sama-sama menekan angka pelangaran-Keimigrasian yang selama ini telah dilakukan oleh mahasiswa asing.”saya berharap kita sama-sama melakukan yang tadinya off the track menjadi on the track, dan dari kolaborasi ini juga dapat menhasilkan output dan outcome yang jelas yaitu penjamin tidak hanya mengeluarkan surat jaminan namun penjamin mempunyai kewajiban melaporkan mahasiswa asingnya agar terhindar dari pelanggaran-pelanggaran Keimigrasian melalui Aplikasi Monitoring Mahasisa Asing Kantor Imigrasi Yogyakarta sebagi salah satu alat dalam pengawasan keberadaan dan kegiatan.

Animo Pemohon Layanan Tinggi, Kantor Imigrasi Yogyakarta Buka Pelayanan Pada Masa PPKM Level 3

Sleman, Yogyakarta Jumat (10/09) Sehubungan dengan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sleman Provinsi DI. Yogyakarta menjadi Level 3 dan animo masyarakat yang sangat tinggi untuk mendapatkan pelayanan keimigrasian maka Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta  sudah mulai membuka Pelayanan Keimigrasian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan keimigrasian baik layanan pembuatan Paspor bagi Warga Negara Indonesia maupun layanan Izin Tinggal bagi Warga Negara Asing.

Walaupun telah dibuka pelayanan namun Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dimana pemohon diwajibkan menggunakan masker,  mencuci tangan dan pengecekan suhu, selain itu bagi pengantar disediakan ruang tunggu pengantar agar kapasitas ruang tunggu bagi pemohon dapat dibatasi.

Selain menerapkan protokol kesehatan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta masih membatasi kuota antrian pembuatan paspor. Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, Sigit Jatmiko menjelaskan bahwa “dikarenakan PPKM di Kabupaten Sleman masih level 3 maka sementara ini pembukaan kuota antrian Paspor melalui aplikasi APAPO masih dibatasi sebanyak 15 pemohon perhari di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta Jl. Solo dan 10 pemohon perhari di Mall Pelayanan Publik Kulonprogo.”jelas Sigit.

Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, Antonius Frizky Saniscara CP. menyampaikan bahwa “selama masa PPKM izin tinggal warga negara asing sudah dapat dilayani melalui aplikasi izin tinggal secara online dan apabila ada kendala maka dapat datang langsung ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta”,Ujar Frizky.

Wajib Menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Kantor Imigrasi Mengikuti Sosialisasi Penggunaan Sertifikat Elektronik

Sleman, Yogyakarta Kamis (09/09) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta  mengikuti kegiatan Sosialisasi Pemanfaat Serifikat Elektronik yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Hukum dan HAM RI secara virtual di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Acara yang dibuka oleh Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Hukum dan HAM RI, Hermansyah Siregar, menyampaikan paparannya bahwa menindaklanjuti Permenkumham Nomor 30 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Kementerian Hukum dan HAM maka “kewajiban setiap orang melakukan pengamanan atas tanda tangan elektronik dan kewajiban penyelenggara Sistem Elektronik atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.” Jelas Hermansyah.

Ia menjelaskan juga bahwa memiliki Sertifikat Elektronik sangatlah penting karena Dokumen Elektronik yang ditanda tangani dengan Sertifikat Elektronik dapat dipastikan keasliannya dan anti nirsangkal, selain itu dapat diajukan sebagai subjek hukum dalam proses peradilan di Indonesia dan yang terakhir diharapkan seluruh Sistem Elektronik di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM wajib menerapkan Sertifikat Elektronik.

“dari 12.709 pemohon kepemilikan SE, ada 11.649 pemohon (91,6%) yang belum menyelesaikan proses pendaftaran pada tahap set passphrase. Kanwil agar mensosialisasikan kepemilikan dan pemanfaatan SE kepada jajaran Kanwil dan seluruh UPT,” lanjut Hermansyah.

Dalam kesempatan lain Kepala Bidang Data dan Pengamanan Jaringan, Chusni Thamrin, juga menyampaikan paparannya dan menjelaskan bahwa Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis untuk mengajukan permohonan implementasi Sertifikat Elektronik pada aplikasi di Satuan Kerja masing-masing.”Ujar Chusni.

 

Evaluasi Bersama Untuk Mencapai Target Kinerja Pada Kantor Imigrasi Yogyakarta

Sleman, Yogyakarta –(08/09) Pukul 09.00 WIB. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mengikuti kegiatan persiapan target kinerja B09 Tahun Anggaran 2021 sekaligus Evaluasi Kinerja Semester 1 bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM D.I Yogyakarta secara virtual di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogykarta.

Dalam Arahan Kepala Kantor Wilayah, Budi Situngkir menegaskan bahwa seluruh UPT yang berada di linkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta harus segera melaksanakan kegiatan untuk memenuhi data dukung B09 sebagai pencapaian target kinerja Kementerian Hukum dan HAM Tahun 2021, begitu juga dengan penggunaan anggaran Tahun 2021 yang telah direncanakan sebelumnya agar dapat direalisasikan sehingga penyerapan anggaran dapat optimal dan mencapai target yang diharapkan.“Kami harapkan seluruh satuan kerja di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta dapat memenuhi capaian realisasi anggaran yang telah ditentukan”, jelas Budi.

Dalam kesempatan yang sama Ia juga menyampaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat, perlu adanya peningkatan fungsi kehumasan dengan cara memanfaatkan media sosial serta website setiap UPT untuk mempublikasikan berbagai berita dan informasi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Retno Banowati juga diberi kesempatan untuk menyampaikan capaian kinerja , penyerapan anggaran serta kendala-kendala yang dihadapi selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), “selama masa PPKM realisasi anggaran tidak sesuai dengan apa yang telah kami rencanakan, namun setelah ada pelonggaran PPKM kami akan mengejar ketertinggalan target kinerja dan realisasi anggaran yang telah ditentukan sampai akhir tahun 2021.”jelas Retno.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta dan jajarannya, seluruh Kepala UPT beserta Jajaran dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI.Yogyakarta.

 

Webinar IMI-PROVEMENT Kantor Imigrasi Yogyakarta Belajar Menyajikan Informasi Terbaik Kepada Masyarakat

Sleman, Yogyakarta – Selasa (07/09)Untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan publikasi dan hubungan media yang baik sekaligus mendorong humas UPT Imigrasi dan perwakilan RI untuk semakin aktif berkontribusi dengan menyuarakan pesan positif bagi masyarakat, Humas Ditjen Imigrasi mengadakan acara webinar dengan tajuk IMI-PROVEMENT #1: Menuju Ruang Redaksi Digital.

Acara tersebut diadakan secara virtual dan diikuti oleh Pejabat Struktural Seksi Teknologi Informasi Keimigrasian dan staf kehumasan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta. Acara tersebut juga dihadiri kurang lebih 350 peserta, yang terdiri dari petugas imigrasi yang memiliki tugas dan fungsi kehumasan di Unit Pelaksana Teknis Imigrasi seluruh Indonesia, perwakilan Biro Humas Hukum dan Kerjasama Kemenkumham, perwakilan dari divisi imigrasi pada Kanwil Kemenkumham, perwakilan pejabat imigrasi di luar negeri serta perwakilan dari Politeknik Imigrasi.

Webinar ini mengundang empat narasumber antara lain, Bane Raja Manulu, Tim Strategi Komunikasi Kementerian Hukum dan Ham RI, Thobib Al-Asyhar, PLT Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama RI, Teddy Triatmojo, Kasi Strategi Komunikasi dan Opini Publik Ditjen Bea dan Cukai, serta Antony Lee, Kepala Desk Politik dan Hukum Harian Kompas.

Pada sesi pertama, Bane Raja Manulu membawakan materi berjudul “Think Like a Pubisher” yaitu membahas bagaimana Humas Ditjen Imigrasi dapat bertindak seperti penerbit ketika menyajikan suatu berita atau konten. Bane mengatakan bahwa “Ditjen Imigrasi sebagai salah satu wajah terdepan dari Kemenkumham, perlu bertindak untuk meningkatkan citra Kemenkumham itu sendiri” ujar Bane.

Salah satu caranya adalah dengan selalu bertindak cepat dalam menghadapi suatu persoalan. Selain itu, dengan memaksimalkan kanal informasi yang ada seperti website, media sosial dan Youtube dengan menyebarkan konten yang berisi informasi mengenai keingintahuan publik di bidang imigrasi dan mengurangi konten yang bersifat seremonial.

Kemudian pada sesi selanjutnya, hadir Thobib Al-Asyhar dan Teddy Triatmojo untuk membagikan materi bagaimana Kementerian Agama RI dan Ditjen Bea dan Cukai mengenai pengelolaan website Kementerian Agama RI dan pengelolaan media digital Ditjen Bea dan Cukai.

Thobib Al-Ahsyar, menjelaskan langkah taktis dan strategis dalam mengelola website dengan cara melakukan penyegaran website agar terlihat lebih milenial, menyiapkan editor handal, menyiapkan SDM produksi konten publikasi, menciptakan iklim kompetitif lintas satuan kerja, membuat panduan untuk pembuatan konten, berbagi berita di media sosial serta adanya dukungan dari para pimpinan. “Kehumasan pada prinsipnya  bukan hanya sebagai fungsi pendukung tapi menjadi bagian dari kebijakan yang perlu mendapatkan porsi anggaran, perhatian dan kebijakan,” ucap Thobib.

Selanjutnya dalam sesi kedua, Teddy Triatmojo menyajikan materi berupa bagaimana Ditjen Bea dan Cukai melakukan pengelolaan media digital. Ditjen Bea dan Cukai membangun suatu protokol bagaimana cara  bekerja mengolah suatu input kemudian diproses lebih lanjut untuk dihasilkan sebuah output, selanjutnya disebarluaskan dan terakhir diamati outcome dari output tersebut. Teddy memaparkan bahwa Ditjen Bea dan Cukai untuk menghasilkan konten secara berkelanjutan, ditjen bea cukai mengembangkan empat aplikasi yang bernama KETAPEL (Keranjang Berita dan Pelaporan) dimana aplikasi tersebut bertujuan mencapai sasaran dalam memberikan informasi dengan perencanaan serta penetapan target guna mendapat implementasi komunikasi dan publikasi yang terukur.

Terakhir pada sesi yang ketiga, Antony Lee membawakan materi dengan judul “Bercerita Lewat Tulisan” di mana pada sesi ini Antony lebih membagikan ke sisi teknis. Ia menjelaskan bahwa “tujuan menulis bermacam-macam bentuknya seperti memberikan informasi, untuk penugasan, memperkaya khazanah keilmuan serta mendorong perubahan.”jelas Antony

Selain itu Antony membagikan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menuliskan suatu tulisan yaitu, apakah ada sesuatu yang ingin disampaikan, apa tujuan saya menulis tulisan ini, untuk siapa tulisan ini ditujukan, dan apa yang akan pembaca dapatkan. Terakhir pada sesi ini, diadakan sesi tanya jawab serta pelatihan menulis bagi para peserta webinar.

Melalui kegiatan ini, panitia IMI-PROVEMENT berharap bahwa acara ini dapat membawa manfaat dan kebaikan untuk citra positif seluruh jajaran imigrasi baik di tingkat pusat maupun daerah.

 

Penguatan Tugas Dan Fungsi Pegawai Melalui Apel Virtual Oleh Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta

Sleman, Yogyakarta – Senin (06/9) Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta memimpin secara langsung apel virtual guna mengevaluasi kinerja pegawai selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai dan PPNPN Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta baik secara virtual maupun langsung di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Apel virtual kali ini setiap Kepala Seksi pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menyampaikan terkait permasalahan tugas dan fungsi serta solusi yang dapat dilakukan selama masa PPKM, selain itu Kepala Seksi juga menyampaikan sejauh mana dalam pemenuhan target kinerja B09 yang telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI., hal lain yang disampaikan yaitu terkait dengan penyerapan anggaran di setiap seksi masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor, Andry Indrady memberikan arahan “bahwa untuk target kinerja B09 harus segera dipenuhi dan segera menyiapkan data dukung yang diperlukan”,ujar Andry.

Terkait Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta juga menyapaikan untuk mempersiapkan segala seuatunya terkait komponen pengungkit dan komponen hasil untuk menghadapi penilaian baik dari Tim Penilai Pusat maupun Tim Penilai Nasional. “tiap-tiap Pokja dan seluruh komponen pegawai harus selalu komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik serta sepenuh hati  kepada masyarakat.”lanjut Andry.

Dalam kesempatan itu juga Kepala Kantor Imigrasi memberikan arahan kepada pegawai bahwa walaupun angka kasus harian sudah mulai melandai namun pegawai harus tetap menjaga protokol kesehatan dalam melayani masyarakat dikantor. “Diharapkan dalam minggu ini level PPKM di DI. Yogyakarta menurun agar Kantor Imigrasi dapat segera melayani masyarakat yang sudah ingin mengajukan permohonan baik Paspor Maupin izin tinggal di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.” Jelas Andry.