Arahan Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta Untuk Terapkan Kode Etik Pegawai

Sleman, Yogyakarta Rabu (24/02) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menyelenggarakan Internalisasi Kode Etik Pegawai dan pelaksanaan Corporate University atau sistem pembelajaran sebagai suatu strategi untuk meningkatkan kinerja pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta ini diikuti oleh seluruh Pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta baik pegawai yang sedang Working From Office (WFO) maupun Working From Home (WFH) melalui virtual.

Dalam sambutan pertamanya Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady menyampaikan pesan dari Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI, Razilu “bahwa Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta yaitu sebagai salah satu Unit Pelaksana Tekhnis yang telah mendapat predikat WBK harus serius dan siap dalam membangunan Zona Integritas menuju WBBM, pertama kali yang menjadi kunci untuk mendapatkan predikat tersebut adalah terkait kepemimpinan sebagai role model atau contoh bagi pegawai dibawahnya, ujar Andry.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta memberikan arahan agar tata nilai organisasi yaitu tata nilai PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif) dapat tercapai maka setiap pegawai harus memiliki Kode Etik.

“Kode Etik yang terdiri dari pedoman sikap, prilaku, perbuatan, tulisan dan ucapan pegawai harus diterapkan dalam melaksanakan tugas dan fungsi serta kegiatan sehari-hari” jelas Andry.

Selain itu Kepala Kantor juga memberikan arahan untuk memahami dan melaksanakan kode etik pegawai agar tata nilai PASTI tersebut dapat terwujud dan dapat melaksanakan tugas dengan baik.

Dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor selain memberikan sosialisasi terkait kode etik, sekaligus juga memberikan pembelajaran atau Corporate University terhadap masalah-masalah yang sedang dihadapi dan yang akan kita hadapi dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari, “esensi dari Corporate University sendiri adalah dimana pembelajaran tersebut dapat memberikan peningkatan terhadap kinerja organisasi”, lanjut Andry.