Peduli Nakes dan Masyarakat Terdampak Covid-19, Karyo Salurkan Paket Bantuan Multivitamin dan Suplemen Penambah Imunitas

Sleman, Yogyakarta —Rabu (28/7). Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta (KARYO) melakukan berbagai macam upaya guna mengantisipasi serta mencegah penularan virus corona (Covid-19) yang telah menjadi bencana level dunia sejak awal bulan Maret tahun lalu. Dan salah satu upaya yang dilakukan adalah program Karyo Berbagi sebagai rangkaian Kumham Peduli, Kumham Berbagi, yaitu program penyerahan bantuan berupa bahan multivitamin, suplemen penambah imunitas, dan alat kebersihan dan pelindung diri bagi tenaga medis yang tengah berjuang di garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19 serta berbagai elemen masyarakat lain yang terdampak. Acara yang dipusatkan di beberapa tempat, yaitu  Posko Satgas Covid Kelurahan Condong Catur, Posko Satgas Covid Puskesmas Berbah, dan  Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Penyerahan 100 paket bantuan yang berisi masker, madu, minyak kayu putih, susu, hand sanitizer, dan suplemen vitamin C dipimpin langsung oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta, Yayan Indriyana dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady dan diikuti oleh beberapa pejabat struktural dan pegawai baik dari Divisi Keimigrasian Kanwil Yogyakarta maupun dari Kantor Imigrasi Yogyakarta dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan utamanya dalam penerapan masa PPKM level 4. Pada kesempatan itu, Andry Indrary mengatakan bahwa 100 paket bantuan tersebut dibagikan secara serentak kepada tenaga medis dan masyarakat terdampak yang bertugas di beberapa lokasi, yaitu Puskesmas Berbah Kabupaten Sleman, Posko Satgas Covid Kelurahan Condong Catur Kabupaten Sleman dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Kabupaten Bantul.

Bantuan langsung diterima oleh beberapa perwakilan, salah satunya adalah Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Puskesmas Berbah. Dalam sambutannya, Dr. Hari Pratono sangat menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Yogyakarta dan Kantor Imigrasi Yogykarta. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. InsyaAllah sangat berguna mengingat ada beberapa pegawai disini yang juga terpapar Covid dikarenakan kami memang langsung berhadapan dengan penyakit ini. Bantuan ini juga akan kami salurkan kepada nakes yang sedang isoman, selain bagi nakes yang bertugas disini sekarang”, ucap Hari Pratono.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Karyo kepada para petugas medis yang menangani COVID-19 dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan instansi kesehatan yang menjadi rujukan penagananan COVID-19 terutama untuk petugas medis sebagai garda depan penanganan COVID-19. “Bantuan yang kami salurkan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta terhadap penanganan COVID-19 di Yogyakarta, khususnya untuk membantu pemenuhan nutrisi, multivitamin, masker, dan hand sanitizer bagi instansi kesehatan yang menjadi rujukan COVID – 19 serta masyarakat lain yang terdampak”, ujar Andry Indrady. Seluruh anggota Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Yogyakarta dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta tidak hanya memberikan support berupa materi namun juga secara spiritual dengan terus mendoakan para tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan penanganan wabah covid.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta Perketat Orang Asing Masuk Ke Wilayah Indonesia Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat

Sleman (22/7) – Bahwa untuk mendukung program pemerintah dalam pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat darurat penanganan penyebaran Covid-19 yang berasal dari luar wilayah Indonesia, perlu upaya pembatasan masuknya Orang Asing ke wilayah Indonesia sehingga dapat menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H Laoly resmi mengeluarkan peraturan pembatasan yang lebih ketat bagi Orang Asing untuk masuk di Wilayah Indonesia. Larangan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pembatasan Orang Asing Masuk ke Wilayah Indonesia dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat.

Dalam peraturan yang resmi berlaku sejak 21 Juli 2021, Tenaga kerja Asing yang sebelumnya dapat masuk ke Indonesia yang merupakan Tenaga kerja yang bekerja di proyek strategis nasional, maka saat ini tidak lagi bisa masuk ke wilayah Indonesia, “Dalam Permenkumham Nomor 27 Tahun 2021, Warga Negara Asing yang boleh memasuki wilayah Indonesia hanya pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas, pemegang Izin Tinggal Diplomatik dan Izin Tinggal Dinas, Pemegang Izin Tinggal Terbatas dan Izin Tinggal Tetap, orang asing dengan tujuan kesehatan dan kemanusiaan, serta awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya,”jelas Yasonna.

Peraturan Menteri Hukum dan HAM ini sekaligus menggantikan Peraturan sebelumnya yaitu Permenkumham Nomor 26 tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Terkait Hal ini Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady mengatakan “akan melaksanakan Peraturan Pemerintah tersebut dan bagi pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta khususnya pegawai yang bertugas di Tempat Pemeriksan Imigrasi Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA) untuk melaksanakan Peraturan tersebut dengan sebaik-baiknya dan tetap harus mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah berlaku”. Ujar Andry.