Peresmian “JOKTENG KARYO” dan Penguatan Pembangunan Zona Integritas Oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM RI.

Sleman, Yogyakarta —Senin (17/09). Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menerima kunjungan Wakil Menteri Hukum dan HAM RI, Edward Omar Sharif Hiariej atau dipanggil Prof Edy dalam rangka Peresmian “JOKTENG KARYO” (Pojok Teng Mriki atau Pojok Tenggo Kantor Imigrasi Yogyakarta) yang artinya Ruang Tunggu, dan Penguatan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Imigrasi Yogyakarta dan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta, Budi Argap Situngkir dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta, serta seluruh Pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Wamen Hukum dan HAM RI. tiba di halaman Kantor Imigrasi Yogyakarta disambut dengan tim yel-yel WBBM. Sebelum memulai memberikan arahan dalam acara penguatan Pembangunan Zona Integritas, Wamen Hukum dan HAM RI. meresmikan ruang tunggu bagi non pemohon “JOKTENG KARYO”, dengan diawali penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.

Dalam kesempatan itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady menjelaskan bahwa “Ruang tunggu ini terinspirasi dari “Pojok Beteng” yang artinya Sudut Beteng Pertahanan Kraton Yogyakarta, dan merupakan salah satu inovasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta sebagai bentuk penghargaan kami kepada masyarakat yang disediakan bagi masyarakat yang tidak berkepentingan terkait proses pelayanan seperti pengantar atau pendamping, selain hal tersebut tujuan di dirikan “JOKTENG” ini agar dapat mambagi atara ruang tungu pelayanan dan ruang tunggu non pelayanan sesuai amanat Undang-undang No. 25 Tahun 2019 tentang Pelayanan Publik  selain itu juga dapat mencegah kerumunan di dalam ruang tunggu pelayanan untuk menghindari penyebaran Covid-19.”Jelas Andry.

Setelah kegiatan peresmian “JOKTENG KARYO” Wamen Hukum dan HAM Ri. berkeliling kantor dan mengamati layanan di Kantor Imigrasi Yogyakarya, Wamen juga meninjau seluruh area pelayanan mulai dari bagian ruang informasi pemohon WNI dan WNA, ruang pengaduan dan informasi, ruang foto dan wawancara khusus, dan loket pelayanan ramah HAM, dan dalam sela-sela kunjungan tersebut Wamen menyampaikan bahwa ”Tahun lalu kantor ini sudah meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), saya melihat ada upaya yang dilakukan untuk menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dan upaya itu sangat serius serta ada perubahan yang signifikan dalam satu tahun terkahir ini sehingga saya berharap tahun ini Kantor Imigrasi Yogyakarta dapat meraih WBBM untuk mengawali satuan kerja yang berada di DI. Yogyakarta”, Ucap Prof. Edy.

Puncak acara dilaksanakan di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, yang diawali oleh sambutan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta dan  menegaskan bahwa “perjalanan yang sangat panjang tapi alhamdulillah kami mampu. Hal ini ingin kami berikan motivasi kepada para pegawai yang mungkin memiliki jiwa pesimisme akan adanya perubahan. Tapi kami berikan keyakinan sepanjang ada niat baik, ikhtiar dari kita mudah-mudahan Tuhan bersama kita”, Tegas Andry.

Dalam kesempatan ini juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta juga ikut memberikan penguatan Pembangunan ZI kepada seluruh jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, kemudian penguatan Pembangunan ZI dilanjutkan oleh Wamen Hukum dan HAM RI dengan menyampaikan bahwa “ada tiga kunci pokok untuk bisa mendapatkan WBBM, yaitu integrity (integritas), transparency (transparansi), dan accountability (akuntabilitas), itu yang hal yang paling penting untuk meraih predikat WBK dan WBBM”,ungkap Prof. Edy.

Sebagai penutup acara yaitu pemberian penghargaan oleh Wamen Hukum dan HAM RI. Kepada pegawai dan PPNPN teladan Kantor Imigrasi kelas I TPI Yogyakarta sebagai reward atas kinerja yang telah diberikan dan berharap bias menjadi motivasi bagi pegawai lainnya yang belum mendapatkan predikat tersebut.