Webinar IMI-PROVEMENT Kantor Imigrasi Yogyakarta Belajar Menyajikan Informasi Terbaik Kepada Masyarakat

Sleman, Yogyakarta – Selasa (07/09)Untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan publikasi dan hubungan media yang baik sekaligus mendorong humas UPT Imigrasi dan perwakilan RI untuk semakin aktif berkontribusi dengan menyuarakan pesan positif bagi masyarakat, Humas Ditjen Imigrasi mengadakan acara webinar dengan tajuk IMI-PROVEMENT #1: Menuju Ruang Redaksi Digital.

Acara tersebut diadakan secara virtual dan diikuti oleh Pejabat Struktural Seksi Teknologi Informasi Keimigrasian dan staf kehumasan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta. Acara tersebut juga dihadiri kurang lebih 350 peserta, yang terdiri dari petugas imigrasi yang memiliki tugas dan fungsi kehumasan di Unit Pelaksana Teknis Imigrasi seluruh Indonesia, perwakilan Biro Humas Hukum dan Kerjasama Kemenkumham, perwakilan dari divisi imigrasi pada Kanwil Kemenkumham, perwakilan pejabat imigrasi di luar negeri serta perwakilan dari Politeknik Imigrasi.

Webinar ini mengundang empat narasumber antara lain, Bane Raja Manulu, Tim Strategi Komunikasi Kementerian Hukum dan Ham RI, Thobib Al-Asyhar, PLT Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama RI, Teddy Triatmojo, Kasi Strategi Komunikasi dan Opini Publik Ditjen Bea dan Cukai, serta Antony Lee, Kepala Desk Politik dan Hukum Harian Kompas.

Pada sesi pertama, Bane Raja Manulu membawakan materi berjudul “Think Like a Pubisher” yaitu membahas bagaimana Humas Ditjen Imigrasi dapat bertindak seperti penerbit ketika menyajikan suatu berita atau konten. Bane mengatakan bahwa “Ditjen Imigrasi sebagai salah satu wajah terdepan dari Kemenkumham, perlu bertindak untuk meningkatkan citra Kemenkumham itu sendiri” ujar Bane.

Salah satu caranya adalah dengan selalu bertindak cepat dalam menghadapi suatu persoalan. Selain itu, dengan memaksimalkan kanal informasi yang ada seperti website, media sosial dan Youtube dengan menyebarkan konten yang berisi informasi mengenai keingintahuan publik di bidang imigrasi dan mengurangi konten yang bersifat seremonial.

Kemudian pada sesi selanjutnya, hadir Thobib Al-Asyhar dan Teddy Triatmojo untuk membagikan materi bagaimana Kementerian Agama RI dan Ditjen Bea dan Cukai mengenai pengelolaan website Kementerian Agama RI dan pengelolaan media digital Ditjen Bea dan Cukai.

Thobib Al-Ahsyar, menjelaskan langkah taktis dan strategis dalam mengelola website dengan cara melakukan penyegaran website agar terlihat lebih milenial, menyiapkan editor handal, menyiapkan SDM produksi konten publikasi, menciptakan iklim kompetitif lintas satuan kerja, membuat panduan untuk pembuatan konten, berbagi berita di media sosial serta adanya dukungan dari para pimpinan. “Kehumasan pada prinsipnya  bukan hanya sebagai fungsi pendukung tapi menjadi bagian dari kebijakan yang perlu mendapatkan porsi anggaran, perhatian dan kebijakan,” ucap Thobib.

Selanjutnya dalam sesi kedua, Teddy Triatmojo menyajikan materi berupa bagaimana Ditjen Bea dan Cukai melakukan pengelolaan media digital. Ditjen Bea dan Cukai membangun suatu protokol bagaimana cara  bekerja mengolah suatu input kemudian diproses lebih lanjut untuk dihasilkan sebuah output, selanjutnya disebarluaskan dan terakhir diamati outcome dari output tersebut. Teddy memaparkan bahwa Ditjen Bea dan Cukai untuk menghasilkan konten secara berkelanjutan, ditjen bea cukai mengembangkan empat aplikasi yang bernama KETAPEL (Keranjang Berita dan Pelaporan) dimana aplikasi tersebut bertujuan mencapai sasaran dalam memberikan informasi dengan perencanaan serta penetapan target guna mendapat implementasi komunikasi dan publikasi yang terukur.

Terakhir pada sesi yang ketiga, Antony Lee membawakan materi dengan judul “Bercerita Lewat Tulisan” di mana pada sesi ini Antony lebih membagikan ke sisi teknis. Ia menjelaskan bahwa “tujuan menulis bermacam-macam bentuknya seperti memberikan informasi, untuk penugasan, memperkaya khazanah keilmuan serta mendorong perubahan.”jelas Antony

Selain itu Antony membagikan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menuliskan suatu tulisan yaitu, apakah ada sesuatu yang ingin disampaikan, apa tujuan saya menulis tulisan ini, untuk siapa tulisan ini ditujukan, dan apa yang akan pembaca dapatkan. Terakhir pada sesi ini, diadakan sesi tanya jawab serta pelatihan menulis bagi para peserta webinar.

Melalui kegiatan ini, panitia IMI-PROVEMENT berharap bahwa acara ini dapat membawa manfaat dan kebaikan untuk citra positif seluruh jajaran imigrasi baik di tingkat pusat maupun daerah.