Sambut Hari Bhakti Imigrasi Ke-71 Kantor Imigrasi Yogyakarta Adakan Bakti Sosial Dan Doa Bersama

Yogyakarta – Dalam rangka rangkaian kegiatan Hari Bhakti Imigrasi Ke-71 Tahun 2021 Kantor Imigrasi Yogyakarta menyelenggarakan Doa Bersama yang diadakan di Masjid Ar-Royyan dan ditempat yang sama dilanjutkan Bakti Sosial kepada Panti Asuhan Putri Yatim dan Dhuafa Yayasan Rumah Yatim Wiwin Muslimah Wirosaban Yogyakarta, kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah, Budi Sarwono serta Ketua DWP Kanwil Kemenkumham D.I. Yogyakarta, Kepala Divisi Keimigrasian, Yayan Indriyana beserta jajarannya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady serta Ketua DWP Kantor Imigrasi Yogyakarta.

Sesuai dengan tema Hari Bhakti Imigrasi Ke-71 Tahun 2020 yaitu Imigrasi Bersatu Dalam Jarak Menuju Indonesia Maju maka dalam Sambutannya Kepala Kantor Imigrasi menyampaikan maksud kedatangannya  yaitu untuk berdoa bersama mendoakan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah dan memohon agar diberi kesembuhan kepada seluruh keluarga ataupun rekan-rekan kita yang terpapar pandemi covid dan smoga Allah SWT cepat mengangkat pandemi Covid ini, selain itu maksud lainnya adalah memberikan tali kasih kepada adik-adik dari Panti Asuhan Putri Yatim yang merupakan wujud kepedulian sesama agar dapat meringankan beban satu dengan yang lainnya dan dapat menjadi keberkahan bagi semua jajaran imigrasi”, ujar Andry.

Penyerahan bantuan sosial ini diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham D.I Yogyakarta serta Ketua DWP Kanwil Kemenkumham D.I. Yogyakarta dan Ketua DWP Kantor Imigrasi Yogyakarta.

Diakhir kegiatan dilakukan Doa Bersama yang dipimpin oleh Ustadz Wijayanto, sekaligus mengucapkan “terima kasih kepada seluruh jajaran Imigrasi Yogyakarta dan kegiatan pemberian tali kasih ini bisa menjadi pesan dan menularkan  yang baik kepada seluruh keluarga atau teman-taman karena keberkahan kita di dunia tergantung kepada amal ibadah kita kepada sesamanya”, jelas Ustadz Wijayanto.

Kepala Kantor Wilayah Pimpin Apel Pagi Perdana Di Kantor Imigrasi Yogyakarta

Yogyakarta – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Daerah Istimewa Yogyakarta, Budi Sarwono memimpin Apel Pagi  Perdana di Kantor Imigrasi Yogyakarta pada Selasa (12/1/21), dalam apel pagi perdana tersebut dihadiri juga oleh Kepala Divisi Administrasi, Faisol Ali, Kepala Divisi Keimigrasian, Yayan Indriana beserta Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady.

Dalam kesempatan ini Kepala Kantor Wilayah menyampaikan bahwa seluruh Pegawai di Kantor Imigrasi Yogyakarta dalam menjalankan tugasnya di masa Adaptasi Kebiasaan Baru saat ini tetap berpedoman kepada Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Kepala Kantor Wilayah menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta yang tahun 2020 telah mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan tahun ini akan berjuang untuk mendapatkan predikat selanjutnya yaitu Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). “bahwa WBK ini diperoleh tidak mudah dan yang paling sulit adalah ketika mystery Shopper hadir di Imigrasi dan ini bisa dilalui dengan baik oleh Kantor Imigrasi Yogyakarta sehingga layak untuk mendapatkan predikat WBK” jelasnya.

Kepala Kantor Wilayah juga berpesan kepada seluruh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk tetap semangat yang tiada henti-hentinya, bekerja lebih maksimal lagi dari tahun sebelumnya untuk mencapai predikat WBBM, “dalam mencapai predikat WBBM area perubahan yang paling terpenting adalah di area keenam yaitu peningkatan kualitas pelayanan, dimana penilaian WBBM harus diatas 90 atau sempurna dan ini perlu ada komunikasi yang baik antara Kantor Imigrasi, Divisi Imigrasi dan Ditjen Imigrasi yang saling mendukung” lanjutnya.

    

Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta Mengikuti Kegiatan Audiensi Kepala Kantor Wilayah Dengan Gubernur DI. Yogyakarta

Yogyakarta – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Daerah Istimewa Yogyakarta, Budi Sarwono dan Kepala Divisi Keimigrasian, Yayan Indriana beserta Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady melaksanakan audiensi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kamis (7/1/21). Audiensi tersebut dilaksanakan guna membahas Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Isu dalam Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020 menyatakan bahwa tempat pemeriksaan imigrasi hanya di tujuh bandara dan belum termasuk bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Hal ini menjadikan Yogyakarta tidak dapat menerima orang asing atau penerbangan internasional. Padahal kondisi Yogyakarta dengan destinasi wisata yang sangat banyak tentu akan menarik banyak wisatawan mancanegara.

Menanggapi audiensi tersebut, Sri Sultan Hamengkubuwono X turut menyambut baik dan akan memberikan rekomendasi kepada Kemenkum HAM terkait evaluasi Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020.

“Ngarso Dalem sangat mendukung sekali karena keberadaan Yogyakarta juga sudah siap untuk menerima penerbangan internasional, pembenahan infrastruktur di Yogyakarta, dan pengembangan destinasi yang cukup signifikan, sehingga beliau sangat mendukung dan akan segera membuat surat kepada kementerian Hukum dan HAM terkait dengan evaluasi Permenkum HAM Nomor 26 Tahun 2020 dan Kementerian Kesehatan, dan Kemenpan-RB terkait peningkatan kelas KKP yang berada di DIY,” terangnya di Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY.

Kantor Imigrasi Yogyakarta Raih Predikat Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK)

Sleman, Yogyakarta – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta pada akhirnya menutup tahun 2020 dengan meraih prestasi yang membanggakan yaitu berhasil meraih penghargaan Unit Pelayanan Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Pengumuman ini disampaikan dalam acara Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Tahun 2020 secara virtual, Senin 21 Desember 2020.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini dihadiri oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta didampingi oleh Tim Pokja dan dihadiri juga oleh 763 instansi peraih predikat WBK/WBBM baik secara online maupun offline.

Acara tersebut dibuka dengan penyampaian laporan dari Plt. Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan, Jufri Rahman dan menjelaskan “dari seluruh peserta yang mengikuti kontestasi WBK/WBBM tahun 2020 kurang lebih 3691 unit kerja, dan yang lolos ke tahap evaluasi selanjutnya menjadi 2570 unit kerja, dan pada akhirnya yang lolos pada panel terakhir serta meraih predikat WBK/WBBM adalah sebanyak 763 unit kerja”, jelas Jufri.

Dalam kesempatan Acara tersebut hadir juga dan memberikan sambutan secara virtual Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, dan menyampaikan bahwa “Reformasi birokrasi adalah jalan untuk menjaga integritas dan menegakannya sebagai formula mencegah korupsi dan meningkatkan daya saing bangsa”, ujar Ma’ruf Amin.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady, mengatakan bahwa “tidak ada yang tidak mungkin untuk meraih suatu prestasi yang tinggi, walaupun ditahun sebelumnya mengalami kegagalan namun seluruh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta bisa bangkit dan belajar dari sebuah kegagalan serta pada akhirnya meraih predikat tersebut di akhir tahun 2020” ini adalah hasil dan kerja keras dari kita semua”,ungkap Andry.

“Penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta sebagai pemacu semangat dan terus bekerja mempertahankan dan meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat jogja serta melahirkan inovasi-inovasi untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan publik di Kantor Imigrasi Yogyakarta”, lanjut Andry.

    

Menpan RB Meninjau Pelayanan Keimigrasian Di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kulonprogo

Kulonprogo, Yogyakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Kulonprogo, Kamis (03/12/2020).

Selain meresmikan MPP Kulonprogo, Menpan RB memberikan penghargaan kepada Bupati Kulonprogo, Sutedjo atas komitmen dan kerjasamanya dalam mewujudkan MPP Kulonprogo.

Menpan RB, Tjahjo Kumolo mengatakan dengan diresmikannya MPP ini diharapkan dapat mempercepat pelayanan perizinan yang dibutuhkan masyarakat sehingga investasi di daerah bisa cepat berkembang, dengan begitu hak-hak masyarakat bisa cepat dipenuhi oleh pemerintah daerah.

“Ini yang diinginkan pak Jokowi sehingga masyarakat di Kulonprogo tidak sulit untuk mengurus apapun dan cukup disatu tempat di MPP Kulonprogo sebagai pelayanan terpadu satu atap, selain itu perlu disediakan sarana prasarana seperti tempat bermain anak sehingga anak-anak dapat bermain saat orang tuanya sedang mengurus surat-surat di MPP ini”, ungkapnya.

Dalam peresmian Menpan RB berkesempatan meninjau 20 unit layanan yang berada di MPP Kulonprogo termasuk juga Unit Layanan Kemigrasian yang menjadi bagian dari MPP Kulonprogo, dimana Pelayanan Keimigrasian tersebut terdiri dari Pelayanan Penerbitan Paspor RI serta Pelayanan Konsultasi dan Informasi Keimigrasian.

Saat meninjau Unit Layanan Keimigrasian, Menpan RB didampingi oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady yang turut hadir dalam peresmian tersebut memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap keberadaan Pelayanan Keimigrasian yang memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar MPP Kulonprogo.

Layanan Paspor Hadir Di Unit Layanan Paspor (ULP) Lippo Plaza Jogja

Yogyakarta – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta kembali mengeluarkan terobosan dengan menghadirkan Unit Layanan Paspor (ULP) di Lippo Plaza Jogja. Kehadiran ULP Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta di Lippo Plaza Jogja ini dapat mengakomodir kebutuhan dokumen keimigrasian khususnya pelayanan paspor masyarakat sambil berbelanja atau melakukan aktivitas lainnya dengan mudah, cepat, aman dan nyaman.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady mengatakan dibukannya ULP di Lippo Plaza Jogja ini sudah dijajaki sejak lama, yang kini akhirnya bisa diwujudkan. ULP Lippo Plaza Jogja telah hadir di tengah-tengah Kota Yogyakarta sebagai wujud layanan imigrasi bagi masyarakat. Hal ini sekaligus wujud kerjasama antara pihak swasta dengan pemerintah dimana pihak Lippo Plaza Jogja memberikan tempat untuk pelayanan keimigrasian.

”Kami akan menggunakan Sumber Daya Manusia (SDM), Kesisteman dan SOP yang sama dengan yang diterapkan pada Kantor Imigrasi pada umumnya. Sebagai satu-satunya ULP di Yogyakarta yang berada di mal, maka pelayanan publik yang diberikan akan sangat berkualitas dan berkuantitas,” ujar Andry saat peresmian ULP Lippo Plaza Jogja yang juga dihadiri oleh perwakilan Pemkot Yogyakarta dan jajaran Forkompindanya, Selasa (1/12).

Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta menyampaikan pihaknya telah memiliki 4 unit layanan di luar kantor imigrasi guna menjangkau pelayanan publik terutama keimigrasian bagi masyarakat DIY. Layanan tersebut juga telah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Paradigma pelayanan publik saat ini untuk memperluas keterjangkauan akses pelayanan sedekat mungkin kepada masyarakat. Oleh karena itu, dengan didasari rasional guna lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, maka ULP Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta telah hadir di salah satu pusat perbelanjaan terkemuka di jantung Kota Yogyakarta,” tutur Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) DIY Indro Purwoko yang juga hadir dan meresmikan ULP Lippo Plaza Jogja.

Kepala Kantor Wilaya Kemenkumham DI. Yogyakarata menjelaskan hal tersebut merupakan terobosan yang sangat tepat di DIY karena baru ada ULP yang hadir pusat perbelanjaan. Masyarakat akan diberikan kemudahan dan kenyamanan dengan kehadiran ULP Lippo Plaza Jogja tersebut. Dengan banyaknya jumlah pemohon paspor dari tahun ke tahun, maka Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta telah merespon melalui penambahan fasilitas ULP, Unit Kerja Keimigrasian (UKK) dan lainnya.

“Saya menyambut baik kehadiran ULP Lippo Plaza Jogja ini dengan harapan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan akses pelayanan paspor. Seiring dengan dinamika kebutuhan dokumen perjalanan masyarakat ini, ULP ini menjadi salah satu cikal bakal pengembangan organisasi Kantor Imigrasi di DIY,” terangnya.

Mall Director Lippo Plaza Jogja Andrie Maulana Syahputra menekankan kerjasama ini merupakan wujud jalinan silaturahmi kedua belah pihak guna meningkatkan pengawasan dan pelayanan keimigrasian di Yogyakarta. Kerjasama ini diharapkan menjadi sarana komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dengan korporasi yang baik.

“Kehadiran ULP Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta di Lippo Mall Jogja dapat menambah fasilitas bagi para pengunjung juga sekaligus meningkatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat. Masyarakat akan mendapatkan pelayanan keimigrasian dengan mudah dan nyaman,” pungkas Andrie.

 

 

 

 

 

Layanan Eazy Passport Hadir Di Lingkungan Kampus UGM

Sleman, Yogyakarta – Rabu (25/11) Selama masa pandemi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mengadakan program layanan Eazy Passport yang merupakan program jemput bola pelayanan paspor kepada masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DI. Yogyakarta, Indro Purwoko menjelaskan program ini ditujukan kepada komunitas, instansi, atau masyarakat manapun yang ingin mendaftarkan secara kolektif.

Hari ini Rabu tanggal 25 November 2020 program Eazy Paspport dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM), setidaknya ada 47 orang yang terlibat dari kalangan dosen, mahasiswa dan karyawan UGM.

Indro menjelaskan Kantor Imigrasi Yogyakarta sudah 5 kali menyelenggarakan program Eazy Passport selama pandemi, beberapa di antaranya di Kantor Bea Cukai dan Bank Mandiri, “untuk dikampus UGM kita melayani permohonan Paspor baru, Penggantian Paspor habis berlaku atau halamannya penuh, untuk mendapatkan layanan ini caranya dengan mengajukan surat permohonan untuk dilaksanakan kegiatan program layanan Eazy Passport” jelas Indro.

Selain program Eazy Passport Kantor Imigrasi Yogyakarta juga menyelenggarakan program Paspor Simpatik yang dilaksanakan ditempat-tempat publik, “kami juga tanggal 01 Desember 2020 akan membuka dan meresmikan Unit Layanan Paspor (ULP) di Lippo Plaza Jogja”, lanjut Indro.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UGM, Panut Mulyono menyampaikan tujuan diadakannya Eazy Passport di UGM adalah mempercepat proses pelayanan kepada civitas akademika UGM yang akan ke luar negeri. Setiap tahun setidaknya 1.200 mahasiswa UGM pergi ke luar negeri, sementara ada 2.000 lebih mahasiswa asing di UGM. “sehingga kami mengapresiasi kepada Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY dan Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta atas kerjasama dan sinergisitasnya”.ungkap Panut.

113.691 Arsip Fisik Subtantif Yang Telah Lewat Masa Retensi Dimusnahkan

Sleman, Yogyakarta – Seiring dengan tingkat pelayanan penerbitan paspor dan pelayanan warga negara asing yang semakin tinggi, kebutuhan akan ruang penyimpanan arsip yang memadai juga sangat dibutuhkan. Salah satu cara untuk mewujudkan tata kelola arsip yang baik dan benar adalah dengan melakukan pemusnahan arsip yang ada. Kondisi ruang penyimpanan arsip yang terbatas juga menjadi salah satu pertimbangan untuk melakukan pemusnahan arsip secara periodik. Mempertimbangkan hal-hal tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta kembali mengadakan kegiatan pemusnahan arsip fisik subtantif pada Kamis (12/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Perizinan dan Informasi Keimigrasian mewakili Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta, Kepala Sub Bidang Pelayanan AHU mewakili Kepala Divisi Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta, Perwakilan Biro Umum Sekretarian Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI dan Arsiparis serta perwakilan Struktural Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Sebanyak 113.691 berkas arsip fisik subtantif yang terdiri dari arsip permohonan paspor WNI tahun 2016 dan 2017 sebanyak 111.458 berkas dan arsip pelayanan warga negara asing tahun 2016 dan 2017 sebanyak 2.233 berkas yang dimusnahkan dalam kegiatan ini.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady, menyampaikan bahwa “kegiatan pemusnahan arsip saat ini sangat penting untuk dapat melakukan tata kelola kearsipan dengan baik di Kantor Imigrasi Yogyakarta dan dapat meperbaharui ruang penyimpanan arsip dari yang telah habis masa retensinya digantikan dengan arsip yang masih aktif” jelas Andry.

Dalam kesempatan ini perwakilan Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI, Kepala Sub Bagian Pengelolaan Arsip Inaktif, Emon A Kohar memberikan sambutan dan menyampaikan bahwa Unit Satuan kerja seluruh Indonesia harus dapat mengelola kearsipan dengan baik sesuai dengan Undang-Undang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan”.ungkap Emon.

Kegiatan lalu dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan dan sebagai penutup dalam kegiatan ini dilakukan proses pemusnahan yang dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI., perwakilan Kepala Divisi Keimigrasian, perwakilan Kepala Divisi AHU dan Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta.

“KARYO PASTI GUDEG ECO” Menjadi Tata Nilai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta

Sleman, Yogyakarta – Senin (19/10) Sebagai bentuk komitmen mewujudkan Pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mengadakan Apel Pagi Bertempat di halaman Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, kegiatan Apel pagi ini dipimpin oleh Kepala Kantor dan diikuti oleh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta beserta PPNPN baik yang sedang Work From Office (WFO) maupun Work From Home (WFH).

Pada Apel pagi ini Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady mensosialisasikan Tata Nilai Organisasi yaitu “KARYO PASTI GUDEG ECO” kepada seluruh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan dan kedinasan di Kantor Imigrasi Yogyakarta, Kepala Kantor menyampaikan bahwa filosofi dari “KARYO PASTI GUDEG ECO” yaitu :

KARYO artinya Kantor Imigrasi Yogyakarta
PASTI artinya Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif
GUDEG ECO yang berarti
Grapyak : Ramah kepada siapa saja
Ulet : Berkemauan keras dan tidak mudah putus asa
Disiplin : Disiplin dalam bekerja dan mematuhi jam kerja
Efektif : Bekerja sesuai target waktu dan hasil
Guyub : Menjaga kekompakan seluruh pegawai
Energik : Penuh semangat dalam bekerja
Cerdas : Cerdas dalam berpikir dan mengaplikannya dalam bekerja
Objektif : Objektif dalam bersikap kepada pimpinan, bawahan, sasama pegawai dan kepada masyarakat

Dalam kesempatan ini juga Kepala Kantor mengharapkan “pegawai menanamkan Tata Nilai ini dalam hal bekerja dan melayani kepada masyarakat”, ujar Andry
Dalam apel tersebut Kepala Kantor berkesempatan membagikan buku secara simbolis kepada pegawai dimana buku tersebut adalah hasil karya Kepala Kantor menjelaskan bahwa “pembagian buku tersebut merupakan salah satu implementasi dari program Corporate University serta dapat memotivasi kepada seluruh pegawai untuk berkontribusi melalui jalan pemikirannya untuk kemajuan Imigrasi Indonesia”, lanjut Andry.

Di akhir amanatnya Kepala Kantor menyampaikan bahwa “pada hari Kamis tanggal 22 Oktober 2020 akan ada penilaian WBK oleh Tim Penilai Nasional diharapkan kepada seluruh pegawai Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk selalu meningkatkan kinerja dan kedisiplinan serta kebersihan lingkungan kantor, serta tetap menjaga protokol kesehatan, menjaga imunitas dengan berpikir positif dan berolahraga, karena dengan berpikir positif dan berolahraga akan sangat penting untuk menjaga kesehatan badan, mental dan pikiran”, jelas Andry.

Dibukanya Kembali Pelayanan Keimigrasian, Kakanim Beri Sejumlah Arahan

Sleman, Yogyakarta – Rabu (30/9) Setelah pada tanggal 24 September 2020 sampai dengan 30 Setember 2020 dilakukan penutupan sementara pelayanan Keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta sebagai upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularan Covid-19 serta sterilisasi lingkungan Kantor Imigrasi Yogyakarta, maka hari ini Rabu tanggal 30 September 2020 Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady memberikan beberapa arahan melalui rapat secara virtual dengan jajaran pejabat struktural terkait persiapan pembukaan kembali Pelayanan Keimigrasian secara terbatas untuk WNA dan WNI di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Dalam Arahannya Kepala Kantor menyampaikan, “bahwa pembukaan pelayanan keimigrasian bagi Warga negara asing maupun Warga negara Indonesia dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularan Covid-19, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta akan membuka kembali dan menerapkan pelayanan Keimigrasian secara terbatas yang dimulai dari hari Senin tanggal 01 Oktober 2020 sampai dengan hari Jumat tanggal 09 Oktober 2020”, ujar Andry.

Pembatasan pelayanan Keimigrasian di Kantor Imigrasi antara lain pembatasan kuota permohonan bagi layanan WNA maupun WNI, jam pelayanan yang hanya dibuka dari mulai jam 07.30 sampai 13.00 WIB., mengatur kembali jadwal pegawai yang work from office (WFO) dan work from home (WFH) serta menyesuaikan dengan pengaturan pelayanan Keimigrasian secara terbatas.

Kebijakan ini diambil setelah mendapatkan hasil konsultasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kemenkumham Provinsi DI. Yogyakarta, dr. Danang Andriyanto dan hasil sosialisasi penanganan infeksi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi pada tanggal 30 September 2020, “Kebijakan pembatasan pelayanan Keimigrasian ini akan dievaluasi lebih lanjut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, memperhatikan prioritas kesehatan dan keselamatan bagi pegawai serta pemohon layanan Keimigrasian”, lanjut Andry.