KANTOR IMIGRASI KELAS I TPI YOGYAKARTA
Sleman City Hall
Layanan Digital


Sejarah Kantor Imigrasi Yogyakarta
Perjalanan panjang Kantor Imigrasi Yogyakarta berawal dari sejarah keimigrasian di Indonesia. Pada tahun 1913, pemerintah Hindia Belanda membentuk Sekretaris Komisi Imigrasi, yang kemudian berkembang menjadi Immigratie Dienst pada tahun 1921. Lembaga ini menjadi cikal bakal pelayanan lalu lintas orang antarnegara di Nusantara.
Menjawab kebutuhan setelah kemerdekaan, pada 1 April 1974 didirikan Kantor Imigrasi Yogyakarta di Jl. Solo Km. 10, Sleman, di atas tanah seluas ±2.329 m² dengan status awal Kantor Imigrasi Kelas II. Seiring meningkatnya mobilitas internasional di Yogyakarta, statusnya naik menjadi Kantor Imigrasi Kelas I, hingga akhirnya ditetapkan sebagai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, dengan kewenangan pemeriksaan di pintu masuk internasional.
Untuk semakin mendekatkan pelayanan, dibuka pula beberapa Unit Layanan Paspor (ULP) dan Unit Kerja Keimigrasian (UKK) di titik-titik strategis, di antaranya: ULP Bantul (DPMPTSP Bantul), ULP Lippo Plaza Yogyakarta, UKK UGM, UKK Kulon Progo, serta layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Yogyakarta. Kehadiran unit-unit ini memudahkan masyarakat mengurus paspor tanpa harus datang ke kantor pusat.
Kini, di tahun 2025, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta tidak hanya menjadi tempat pembuatan paspor, tetapi juga berperan menjaga kedaulatan negara, mengawasi keberadaan orang asing, serta memberikan layanan modern dan humanis kepada masyarakat.
Ajukan permohonan paspor baru atau penggantian dengan mudah dan nyaman.
at the one and only official website
segera laporkan di APOA
Berita Terkini
- All
- Berita
- Kegiatan
Diseminasi Golden Visa dan Global Citizen of Indonesia, Imigrasi Yogyakarta Perkuat Pemahaman Investasi dan Diaspora
YOGYAKARTA – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Golden Visa dan Global Citizen of Indonesia (GCI) pada Kamis (4/6/2026) di Hotel Royal Darmo Malioboro, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi sarana sosialisasi kebijakan keimigrasian terbaru yang bertujuan mendukung investasi, menarik talenta global, serta memberikan kemudahan bagi diaspora Indonesia untuk kembali berkontribusi bagi tanah air. Acara dibuka secara resmi oleh…
Kantor Imigrasi Yogyakarta Raih Penghargaan Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025
Yogyakarta, 2 Juni 2026 – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta kembali menorehkan prestasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan menerima Piagam Penghargaan Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan atas capaian kualitas pelayanan yang baik. Penyerahan piagam penghargaan dilaksanakan pada Selasa (2/6) oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta, Junita Sitorus, didampingi Kepala…
Imigrasi Yogyakarta Tunda Keberangkatan 13 WNI Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural di Bandara YIA
YOGYAKARTA – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta memperketat fungsi pengawasan dan pengamanan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Sepanjang periode April hingga Mei 2026, petugas imigrasi berhasil melakukan tindakan preventif berupa penundaan dan pembatalan keberangkatan terhadap 13 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga terkait jaringan jemaah haji non-prosedural. Dari total 13 orang yang ditindak…
Layanan Jempol Karyo Hadir di Tirto.id Yogyakarta
YOGYAKARTA – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta kembali menghadirkan inovasi pelayanan keimigrasian melalui program Layanan Jempol Karyo yang dilaksanakan di kantor Tirto.id Yogyakarta pada Rabu (20/05/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Imigrasi Yogyakarta dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta melayani dengan lancar, mulai dari pemeriksaan dokumen, pengambilan data biometrik, hingga…
Unit Eselon I
Kolaborasi untuk Pelayanan Publik yang Prima
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
Direktur Jenderal Imigrasi
Mewujudkan Pelayanan Prima dan Reformasi Birokrasi yang Nyata”


















