Penguatan Integritas dan Profesionalisme Pegawai, Imigrasi Yogyakarta Gelar Edukasi Kesehatan Mental
YOGYAKARTA – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta terus berkomitmen membangun budaya kerja yang berintegritas dan profesional melalui kegiatan Penguatan Integritas dan Profesionalisme Pegawai yang mengangkat tema “Sehat Mental, Kinerja Optimal: Fondasi Integritas dan Profesionalisme Kerja”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2026, di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta dan diikuti oleh seluruh pegawai.
Kegiatan menghadirkan narasumber Wirdatul Anisa, psikolog dari Center for Public Mental Health, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai salah satu fondasi utama dalam mewujudkan integritas dan profesionalisme di lingkungan kerja.
Dalam paparannya, Wirdatul Anisa menjelaskan bahwa profesionalisme tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh kemampuan individu dalam berpikir jernih, mengelola emosi, mengambil keputusan secara objektif, menjaga hubungan kerja yang sehat, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat secara konsisten.
Peserta juga diajak memahami bahwa stres kerja merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan profesional. Namun demikian, stres tidak semata-mata ditentukan oleh situasi yang dihadapi, melainkan juga oleh bagaimana seseorang memaknai dan merespons tekanan tersebut. Berbagai sumber tekanan, baik yang berasal dari lingkungan kerja maupun dari dalam diri, perlu dikenali agar dapat dikelola secara tepat.
Sebagai bekal praktis, narasumber memperkenalkan Teknik STOP, yaitu Stop (berhenti sejenak), Take a Breath (menarik napas dalam), Observe (mengamati pikiran dan perasaan), serta Proceed (memilih respons yang paling positif dan membantu). Teknik sederhana ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi bagi pegawai dalam mengelola tekanan kerja secara sehat dan profesional.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Mochammad Mulyana, menyampaikan bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam membangun organisasi yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Integritas dan profesionalisme tidak hanya dibangun melalui penguasaan kompetensi dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melalui kesehatan mental yang baik. Pegawai yang mampu mengelola emosinya dengan baik akan lebih siap menghadapi tantangan pekerjaan, bekerja secara kolaboratif, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Mochammad Mulyana. Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta berharap seluruh pegawai semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari pengembangan diri sekaligus upaya mewujudkan budaya kerja yang sehat, produktif, berintegritas, dan profesional. Dengan kondisi mental yang sehat, setiap pegawai diharapkan mampu menghadapi berbagai dinamika pekerjaan secara positif sehingga kualitas pelayanan keimigrasian kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.



There are no comments