Imigrasi Goes to School, Siswa Belajar Lewat Wayang
Gunungkidul, 20 Agustus 2026 – Sebanyak 85 siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Semin, Kabupaten Gunungkidul, mengikuti kegiatan Immigration Goes to School yang diselenggarakan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026. Mengusung tema “Kenali Imigrasi, Pahami Aturan, Wujudkan Generasi Cerdas Berwawasan Global dan Taat Hukum”, kegiatan ini menjadi sarana edukasi keimigrasian bagi generasi muda dengan menghadirkan penyampaian materi yang interaktif dan dikemas melalui seni budaya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan doa. Selanjutnya, Kepala SMK Muhammadiyah Semin, Muhammad Marzuki, menyampaikan sambutan. Ia menyambut baik pelaksanaan Immigration Goes to School sebagai kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat tugas dan peran Imigrasi serta memahami berbagai aturan yang berkaitan dengan keimigrasian.
Acara kemudian dibuka oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Sefta Adrianus Tarigan. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pentingnya memberikan pemahaman keimigrasian kepada generasi muda, terlebih para siswa kelas XII yang sebentar lagi akan memasuki jenjang pendidikan maupun dunia kerja dengan wawasan yang semakin luas, termasuk kemungkinan melakukan perjalanan ke luar negeri.
Memasuki sesi penyuluhan, kegiatan dipandu oleh Nashiruddin Ahmad Fawzy, dengan Hyacintha Handayani Purwitasari sebagai narasumber. Materi disampaikan secara komunikatif agar para siswa tidak hanya mengenal Imigrasi sebagai instansi yang mengurus paspor, tetapi juga memahami aturan dan berbagai aspek keimigrasian yang perlu diketahui sebagai warga negara.

Penyuluhan juga mengajak para siswa untuk lebih waspada terhadap berbagai risiko yang dapat muncul ketika berinteraksi dengan pihak atau tawaran yang berkaitan dengan perjalanan ke luar negeri. Pemahaman terhadap aturan menjadi bekal penting agar generasi muda dapat mengambil keputusan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.
Menariknya, materi penyuluhan tersebut tidak berhenti pada pemaparan dan sesi tanya jawab. Pesan-pesan yang disampaikan dalam penyuluhan kemudian diadaptasi ke dalam cerita wayang edukatif yang dipentaskan oleh Ki Sumarno Purbo Carito.
Cerita wayang disusun menyesuaikan dengan isi paparan dalam sesi penyuluhan, sehingga materi yang sebelumnya disampaikan secara langsung dapat kembali dipahami para siswa melalui alur cerita dan karakter pewayangan. Dengan pendekatan tersebut, pesan mengenai keimigrasian, kepatuhan terhadap aturan, serta kewaspadaan terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana perdagangan perempuan dan anak (TPPM) disampaikan dengan cara yang lebih ringan dan dekat dengan budaya masyarakat.

Penggunaan wayang sebagai media edukasi juga menjadi upaya untuk menggabungkan edukasi hukum dengan kearifan lokal. Para siswa tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga diajak melihat bagaimana pesan tentang kepatuhan terhadap aturan dan kewaspadaan terhadap berbagai risiko dapat disampaikan melalui seni pertunjukan.
Kegiatan Immigration Goes to School ini menjadi bagian dari upaya Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta untuk hadir di tengah generasi muda dan membangun kesadaran keimigrasian sejak dini. Dengan mengenal Imigrasi dan memahami aturan, para siswa diharapkan memiliki bekal yang cukup ketika nantinya melakukan perjalanan ke luar negeri maupun menghadapi berbagai situasi yang berkaitan dengan keimigrasian.
Melalui tema “Kenali Imigrasi, Pahami Aturan, Wujudkan Generasi Cerdas Berwawasan Global dan Taat Hukum”, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki wawasan global, tetapi juga memahami pentingnya menaati hukum dan mampu melindungi diri dari berbagai risiko. Antusiasme siswa kelas XII dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa edukasi keimigrasian dapat dikemas dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Kolaborasi antara penyuluhan dan pertunjukan wayang menjadi pengalaman belajar yang diharapkan meninggalkan pesan yang mudah diingat: berwawasan global harus diiringi dengan pemahaman aturan dan kesadaran untuk taat hukum.

